Kamis, 9 April 2026

Target Zero Accident Tercapai, Disparbud Pangandaran Evaluasi Wisatawan Nekat di Zona Terlarang

Disparbud Pangandaran klaim target zero accident libur Lebaran 2026 tercapai. Edukasi larangan berenang di titik bahaya tetap dievaluasi.

Penulis: Padna | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/ Padna
POS TERLARANG - Suasana pagi aktivitas wisata di Pos 5 Pantai Barat Pangandaran. Disparbud Pangandaran klaim target zero accident selama libur Lebaran 2026 tercapai. Meski demikian, edukasi larangan berenang di titik bahaya tetap dievaluasi. 

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran, Megi Rijua Parlumi mengklaim secara global target zero accident atau tidak adanya wisatawan meninggal dunia selama libur lebaran 2026 berhasil tercapai.

"Walaupun memang ada kecelakaan ringan, tapi alhamdulillah bisa tertangani," ujar Megi kepada Tribun Jabar di halaman kantornya, Kamis (2/4/2026) siang.

Meski demikian, Ia menegaskan masih terdapat hal yang perlu menjadi bahan evaluasi, terutama dalam hal edukasi dan sosialisasi kepada wisatawan.

Selain memberikan pembinaan kepada para pelaku usaha pariwisata, edukasi kepada wisatawan juga harus dilakukan secara masif. 

Hal ini penting agar para pengunjung tidak nekat beraktivitas, seperti berenang di titik - titik yang berbahaya atau rawan kecelakaan.

"Idealnya, dalam satu zona pantai yang sudah dilengkapi rambu larangan berenang, seharusnya tidak perlu lagi ada petugas penyelamat," katanya.

Baca juga: "Tolak Saja, Jangan Takut!" Disdikpora Pangandaran Minta Sekolah Tolak Menu MBG Tak Layak dan Lapor

Karena, lanjut Ia, seharunya wisatawan sudah memahami bahwa area tersebut tidak boleh digunakan untuk berenang.

Namun, pada kenyataannya masih banyak wisatawan yang mengabaikan rambu larangan dan tetap beraktivitas di zona berbahaya.

Kondisi ini, tentu perlunya peningkatan edukasi yang lebih intensif kepada para pengunjung. Pihaknya tidak bermaksud menggeneralisasi perilaku wisatawan. 

Namun, Ia mengakui masih ada sebagian masyarakat yang cenderung mengabaikan peringatan yang sudah jelas disampaikan.

"Padahal risikonya sangat besar, bahkan bisa mengancam nyawa," ucap Megi.

Megi pun mengingatkan pentingnya mengutamakan keselamatan selama berwisata. Ia berpesan bahwa tidak ada kesenangan sebanding dengan keselamatan jiwa.

"Tidak ada kesenangan yang sebanding dengan keselamatan jiwa atau nyawa. Keselamatan itu yang utama, jangan sampai bersenang-senang, pulang malah bersedih," ujarnya. *

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved