Minggu, 3 Mei 2026

ASN Jabar Tetap Bekerja Optimal di Masa WFA, Pelayanan di Samsat dan Pusat Kesehatan Berjalan Normal

Kepala BKD Jawa Barat, Dedi Supandi, memastikan hari pertama WFA berjalan efektif dengan mayoritas ASN tetap bekerja.

Tayang:
Tribun Jabar/Deanza Falevi
‎SAMSAT DRIVE THRU - Pengendara memanfaatkan layanan Samsat Drive Thru Sadewa di eks Kantor Samsat Jalan Tengah Purwakarta, Senin (8/12/2025) pagi. Terkini, layanan publik tetap berjalan normal pada hari pertama penerapan pola kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) setelah libur Lebaran. 

Ringkasan Berita:
  • Kepala BKD Jawa Barat, Dedi Supandi, memastikan hari pertama WFA berjalan efektif dengan mayoritas ASN tetap bekerja. 
  • Kendala absensi yang muncul sebagian besar karena kelalaian, bukan pelanggaran disiplin. 
  • Layanan publik terutama sektor kesehatan tetap beroperasi normal tanpa mengikuti skema WFA.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kepala Badan Kepegawaian Daerah Jawa Barat, Dedi Supandi, memastikan layanan publik tetap berjalan normal pada hari pertama penerapan pola kerja fleksibel atau Work From Anywhere (WFA) setelah libur Lebaran.

Unit yang bersentuhan langsung dengan masyarakat tidak mengalami perubahan pola kerja, terutama di sektor kesehatan yang tetap beroperasi penuh seperti biasa.

“Seperti Samsat, puskesmas, rumah sakit, layanan kesehatan, mereka tetap masuk dan bekerja sesuai aturan,” ujar Dedi, Rabu (25/3/2026).

Penegasan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan WFA tidak diberlakukan bagi unit pelayanan langsung. Kehadiran pegawai di sektor tersebut tetap diwajibkan sehingga masyarakat tetap dapat mengakses layanan tanpa hambatan.

Dedi Supandi juga memastikan pelaksanaan WFA pada hari pertama pascalibur berlangsung efektif. Mayoritas aparatur sipil negara tetap menjalankan tugasnya dan aktivitas kerja mereka dapat dipantau melalui sistem kehadiran digital yang digunakan pemerintah daerah.

Sejak pagi hari, pemantauan kehadiran dilakukan secara menyeluruh di berbagai perangkat daerah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kinerja tetap berjalan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu meski pola kerja yang lebih fleksibel diterapkan.

“Monitoring kita lakukan melalui presensi. Para pimpinan perangkat daerah juga memastikan pegawai tetap melaksanakan kinerja dan pelayanan selama WFA,” ujar Dedi.

Berdasarkan data BKD hingga pukul 07.30 WIB, dari total 48.363 ASN, sebanyak 519 orang atau sekitar 1,07 persen tercatat sedang menjalani cuti. Selain itu, terdapat 1.678 pegawai yang belum melakukan absensi pada pagi hari.

Hasil penelusuran menunjukkan kondisi tersebut mayoritas bukan disebabkan pelanggaran disiplin. Banyak pegawai belum melakukan presensi karena faktor kelalaian, terutama di lingkungan Dinas Pendidikan.

“Rata-rata karena lupa absensi, terutama dari Dinas Pendidikan. Mereka mengira karena sekolah libur, sehingga absensi tidak dilakukan,” ujar Dedi.

Perangkat daerah kemudian segera melakukan penelusuran dan mengingatkan pegawai yang belum tercatat hadir. Upaya ini membuat sebagian besar ASN melengkapi presensi mereka sebelum siang hari.

“Sudah diingatkan dan secara bertahap mereka memenuhi presensi. Bukan karena tidak bekerja atau alfa,” ucapnya.

Dedi menegaskan, apabila ditemukan indikasi pelanggaran disiplin, pihaknya akan menindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia juga menjelaskan bahwa secara mekanisme, pola kerja WFA tidak berbeda jauh dengan Work From Home (WFH). Perbedaan utama hanya terletak pada fleksibilitas lokasi kerja.

“Kalau WFA bisa bekerja dari mana saja, sementara WFH dari rumah. Tapi prinsipnya sama, tetap bekerja dan siap dipanggil pimpinan kapan pun dibutuhkan,” ucapnya.

Kebijakan tersebut diterapkan dengan mempertimbangkan momentum arus mudik dan arus balik Lebaran, sehingga ASN tetap dapat bekerja tanpa terkendala mobilitas. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved