Sabtu, 30 Mei 2026

Sosok Linmas yang Dibacok Residivis di Sumedang, Diberi Bantuan oleh Dedi Mulyadi

Kasus anggota Linmas dibacok residivis di Sumedang menarik perhatian Dedi Mulyadi. Terungkap sosoknya ternyata berdedikasi meski honor minim.

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
DOK WARGA
LINMAS DIBACOK - Seorang anggota Linmas Desa Sayang, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, dibacok oleh seorang pria yang diduga residivis, Selasa (17/3/2026) sore. - Kasus anggota Linmas dibacok residivis di Sumedang menarik perhatian Dedi Mulyadi. Terungkap sosoknya ternyata berdedikasi meski honor minim. 

 

Ringkasan Berita:
  • Insiden Pembacokan: Deni Nugraha, seorang anggota Linmas Desa Sayang, Jatinangor, menjadi korban pembacokan oleh seorang residivis bernama Agus.
  • Dedikasi Honor Minim: Di balik musibah tersebut, terungkap sosok Deni sebagai pejuang nafkah yang berdedikasi. Meski hanya menerima honor minim per bulan, ia tetap semangat melayani masyarakat.
  • Apresiasi: Kisah ini menarik simpati Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang kemudian memberikan bantuan tunai sebesar Rp3 juta untuk biaya pengobatan.

 

TRIBUNJABAR.ID - 
Beberapa waktu lalu, kasus seorang anggota linmas dibacok residivis di Sumedang, viral di media sosial.

Diketahui anggota linmas tersebut dibacok pelaku diduga kesalahpahaman.

Berdasarkan informasi dari kepolisian, kronologi insiden itu bermula ketika dua hari sebelum terjadi pembacokan, pelaku memalak korban sejumlah uang saat sedang melakukan pengaturan lalu lintas.

Pelaku bernama Agus merupakan residivis yang merasa lahan parkirnya diambil alih.
 
Padahal, anggota linmas itu berada di kawasan itu untuk membantu masyarakat menyeberang.

Baca juga: Muncul di Lebaran 2026, Ridwan Kamil Maafkan dan Doakan Pembuat Konten Hoaks

Namun, niat tulus tersebut berbuah petaka pada suatu hari saat ia sedang menjalankan tugas piket desa. 

Agus mendatangi anggota linmas itu dan melontarkan tuduhan palsu telah melakukan pungutan liar (pungli) parkir.

Kesalahpahaman ini dipertegas oleh keterangan Bu Jamilah, ibu pelaku, yang menyatakan bahwa anggota linmas itu murni membantu warga dan tidak pernah meminta uang parkir.

Ketegangan memuncak ketika Agus atau pelaku menarik paksa anggota linmas tersebut. 

Karena mencoba membela diri dengan mendorong pelaku, pria tersebut justru mencabut senjata tajam dan menyerang Pak Deni secara membabi buta.

"Waktu itu saya refleks melawan karena ditarik-tarik," ujar Pak Deni saat menceritakan kembali peristiwa tersebut.

Akibat serangan tersebut, korban menderita luka bacok serius di bagian kepala yang memerlukan 19 jahitan.

Kasus ini menarik perhatian Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi berkesempatan menghubungi anggota linmas yang menjadi korban itu melalui sambungan video call, dikutip dari tayangan Youtube-nya, Minggu (22/3/2026).

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved