Minggu, 31 Mei 2026

Berita Viral

Penjual Cilok Mudik Jalan Kaki ke Ciamis Ternyata "Sengsara Disengaja”, Disemprot Dedi Mulyadi

Inilah fakta di balik kisah pilu Asep penjual cilok yang mudik jalan kaki dari Bandung ke Ciamis, ternyata ulah sendiri, Asep disemprot Dedi Mulyadi.

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Istimewa/Youtube Lembur Pakuan
MUDIK JALAN KAKI: Tangkapan layar saat Asep (kiri) penjual cilok yang viral mudik jalan kaki kekurangan ongkos berbicara lewat sambungan video call dengan Dedi Mulyadi (kanan) ditayangkan di kanal Youtube Lembur Pakuan, disadur (20/3/2026). - Terungkap fakta di balik kisah pilu Asep penjual cilok yang mudik jalan kaki dari Bandung ke Ciamis, ternyata ulah sendiri, Asep disemprot Dedi Mulyadi. 

Ringkasan Berita:
  • Aksi Mudik Jalan Kaki Viral: Asep, seorang penjual cilok berusia 35 tahun, viral setelah mengaku terpaksa berjalan kaki dari Bandung menuju Ciamis karena kekurangan ongkos.
  • Fakta: Setelah ditelusuri Dedi Mulyadi, terungkap bahwa kesulitan keuangan Asep bukan karena kemiskinan ekstrem, melainkan akibat gaya hidup yang tidak disiplin. 
  • Bantuan dan Nasihat: Dedi Mulyadi memberikan bantuan sebesar Rp3 juta untuk ibunya dan modal usaha, sambil memberikan nasihat agar Asep mengubah mentalitasnya.

TRIBUNJABAR.ID - Belakangan ini kisah penjual cilok bernama Asep yang mudik jalan kaki dari Bandung ke Ciamis, viral di media sosial.

Saat itu, Asep mengaku nekat mudik dengan berjalan kaki ke kampung halaman lantaran kekurangan ongkos.

Ia mengaku hanya memiliki bekal membawa sisa dagangannya yang tak laku.

Kisahnya itu sempat viral hingga menarik simpati publik.

Asep pun akhirnya bisa mudik menaiki bus berkat diberi ongkos oleh wartawan.

Setelah viral, fakta di balik kisah pilunya itu terbongkar.

Baca juga: Kisah Asep Jalan Kaki Mudik Bandung–Ciamis, Cilok Jadi Bekal di Tengah Perjalanan Panjang

Ternyata Asep penjual cilok tak punya ongkos cukup itu karena ulahnya sendiri alias disengaja.

Hal ini terungkap saat Asep dihubungi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang difasilitasi oleh Haji Mumu.

Dalam percakapannya, Dedi Mulyadi membongkar bahwa kondisi sulit yang dialami Asep bukanlah murni karena kemiskinan, melainkan akibat pola hidup yang salah.

Kronologi Kekurangan Ongkos

Diketahui sehari-hari Asep mencari nafkah dengan berjualan cilok di kawasan Terminal Leuwi Panjang dan Cipaduyut, Kota Bandung.

Ia mengaku sempat berjalan kaki selama kurang lebih 9 jam dari Bandung hingga sampai Pos Nagreg.

Setibanya di Nagreg, ia bertemu dengan wartawan dan mengaku tidak memiliki ongkos pulang karena hanya menyisakan uang Rp20.000 setelah makan.

Para wartawan kemudian membantunya dengan memberikan ongkos bus sebesar Rp88.000 agar ia bisa sampai ke Ciamis.

Sengsara Disengaja

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved