Momentum Libur Lebaran, Majalengka Bersiap Sambut Lonjakan Wisatawan
Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Disparbud mulai melakukan sejumlah langkah strategis menyambut libur Lebaran.
Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: Kemal Setia Permana
Ringkasan Berita:
- Memasuki momentum Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) mulai melakukan sejumlah langkah strategis guna mengantisipasi lonjakan kunjungan sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan
- Salah satu langkah utama adalah menerbitkan surat edaran dan imbauan kepada para pengelola Objek Daya Tarik Wisata yang terdata
- Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat
Laporan Adim Mubaroq
TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Libur Hari Raya Idul Fitri tak hanya menjadi momen silaturahmi, tetapi juga pendorong pergerakan wisata di daerah.
Pengalaman Lebaran 2025 menjadi catatan penting bagi Kabupaten Majalengka, ketika lebih dari 100.642 wisatawan memadati berbagai destinasi wisata alam dan buatan di wilayah tersebut.
Memasuki momentum Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) mulai melakukan sejumlah langkah strategis guna mengantisipasi lonjakan kunjungan sekaligus memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan.
Kepala Disparbud Majalengka, Rachmat Kartono, mengatakan pihaknya telah melakukan konsolidasi internal sebagai langkah awal menghadapi musim liburan panjang tersebut.
“Ada beberapa langkah yang kami lakukan setelah konsolidasi internal Disparbud untuk menghadapi libur Idul Fitri,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (17/3/2026).
Baca juga: Puncak Arus Mudik Jalur Nagreg Bandung Diprediksi Besok, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Salah satu langkah utama adalah menerbitkan surat edaran dan imbauan kepada para pengelola Objek Daya Tarik Wisata (ODTW) yang terdata di Disparbud.
Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan pemerintah pusat, sekaligus pengingat agar pengelola tetap menerapkan prinsip Sapta Pesona pariwisata.
Selain itu, aspek mitigasi juga menjadi perhatian utama, terutama karena sebagian besar destinasi wisata di Majalengka berbasis alam dan air yang memiliki potensi risiko kebencanaan.
“Hal ini untuk mengingatkan para pengelola ODTW tentang pentingnya menjaga standar pelayanan, termasuk keamanan dan mitigasi bencana,” kata Rachmat.
Langkah berikutnya adalah penugasan seluruh bidang di lingkungan Disparbud untuk melakukan monitoring secara menyeluruh. Pemantauan dilakukan sejak sebelum masa liburan, selama periode libur Lebaran, hingga setelahnya.
Baca juga: Posko Mudik Berwujud Optimus Prime Hadir di Padalarang, Ada Tempat Bermain Anak dan Kursi Pijat
Setiap tim memiliki tanggung jawab untuk memberikan laporan kondisi di lapangan sebagai bahan evaluasi.
Dengan pola ini, pemerintah daerah berharap dapat merespons cepat berbagai potensi kendala yang muncul.
Disparbud juga menyiapkan sistem pemantauan data kunjungan wisatawan yang terintegrasi dengan pemerintah provinsi. Data tersebut akan menjadi laporan rutin sekaligus dasar dalam menyusun kebijakan pengembangan sektor pariwisata ke depan.
Tidak hanya dari sisi pengawasan, upaya promosi juga terus diperkuat. Disparbud menyiapkan tim kreatif untuk menyusun strategi konten hingga akhir bulan, dengan tujuan menarik minat wisatawan, khususnya para pemudik yang pulang ke kampung halaman.
| Kabar Gembira! 1.430 Guru Ngaji dan Imam Masjid di Majalengka Dapat Santunan Rp1 Juta dari BAZNAS |
|
|---|
| Air Situ Sangiang Majalengka Meluber, Warga Sebut Fenomena Langka Setelah 39 Tahun Lalu |
|
|---|
| Siswa SRMP 34 Majalengka Mundur karena Tak Siap Berasrama, Kepala Sekolah Pastikan Kondisi Kondusif |
|
|---|
| Geger Penemuan Mayat Pria Mengambang di Sungai Cibuaya Majalengka, Ditemukan Warga Saat Buang Sampah |
|
|---|
| Kisah Inspiratif Penjual Es Serut di Majalengka, Nabung 12 Tahun Kini Siap Naik Haji |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/WISATA-paralayang-majalengka-11.jpg)