Kamis, 4 Juni 2026

Gass Mudik Tribun Jabar 2026

Prediksi Puncak Arus Mudik Jabar 18 Maret, Jalur Selatan Nagreg Diwaspadai Jadi Titik Bottleneck

Dishub Jawa Barat menyiagakan 4.000 petugas untuk mengawal arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi memuncak pada 18 Maret.

Tayang:
Tribun Jabar/Eki Yulianto
MUDIK DIMULAI - Memasuki H-9 menjelang Hari Raya Idul Fitri, arus lalu lintas di jalur Pantura Cirebon, Jawa Barat, mulai diramaikan oleh pemudik sepeda motor. Sejak Kamis (12/3/2026) pagi hingga sore hari, para pemudik terlihat melintasi jalur Pantura Plered, Kabupaten Cirebon, dengan tujuan menuju berbagai daerah di Jawa Tengah hingga Jawa Timur. 

Ringkasan Berita:
  • Dishub Jawa Barat menyiagakan 4.000 petugas untuk mengawal arus mudik Lebaran 2026 yang diprediksi memuncak pada 18 Maret. 
  • Kadishub Dhani Gumelar menyiapkan skenario one way dan contraflow, terutama di jalur selatan yang mengalami peningkatan tren pergerakan. 
  • Koordinasi lintas sektor memastikan perbaikan infrastruktur jalan provinsi selesai 100 persen demi menjamin keamanan jutaan pemudik yang melintas di Jabar.

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menjelang arus mudik Lebaran 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus mematangkan berbagai persiapan untuk mengantisipasi lonjakan pergerakan masyarakat.

Sejumlah skenario pengaturan lalu lintas hingga penempatan ribuan personel disiapkan guna memastikan perjalanan mudik berlangsung aman dan lancar.

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat, Dhani Gumelar mengatakan saat ini pihaknya tengah memasuki tahap persiapan akhir menjelang dimulainya operasi angkutan Lebaran.

Menurutnya, berbagai persiapan sebenarnya telah dilakukan sejak jauh hari, bahkan sekitar dua bulan sebelum Ramadan.

Hal ini dilakukan karena sebelumnya Jawa Barat juga baru saja menghadapi periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).

“Perencanaan sudah kita lakukan sekitar dua bulan yang lalu. Kita baru selesai Nataru, tidak lama kemudian langsung bersiap menghadapi Lebaran. Minggu kemarin kita sudah finalisasi beberapa rapat koordinasi, termasuk rapat lintas sektor dengan kepolisian,” kata Dhani di Studio Tribun Jabar, Kamis (12/3/2026).

Dishub Jawa Barat juga telah menggelar apel siaga internal, serta apel siaga bersama kepolisian sebagai tanda kesiapan menghadapi arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.

Seluruh rangkaian operasi angkutan Lebaran tersebut dijadwalkan berlangsung mulai Sabtu, 14 Maret hingga 29 Maret 2026 atau sekitar dua pekan.

Dhani menjelaskan, Jawa Barat memiliki posisi yang sangat unik dalam pergerakan arus mudik nasional. Selain menjadi tujuan pemudik, wilayah ini juga menjadi jalur lintasan utama menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Posisi Jawa Barat itu sangat unik, kita bukan hanya tujuan, tetapi juga lintasan. Dari hasil survei Kementerian Perhubungan, tujuan pemudik nomor satu adalah Jawa Tengah, kemudian Jawa Timur, dan nomor tiga Jawa Barat,” ujarnya.

Namun di sisi lain, Jawa Barat juga menjadi daerah asal pemudik terbesar di Indonesia.

“Untuk asal keberangkatan, nomor satu justru Jawa Barat. Jadi banyak yang berangkat dari Jawa Barat, banyak juga yang mudik ke Jawa Barat, dan sebagian besar juga melintas di Jawa Barat,” kata Dhani.

Sebagian besar pergerakan pemudik tersebut diperkirakan akan menggunakan moda transportasi darat melalui jaringan Tol Trans-Jawa.

“Hampir 60 persen masyarakat diprediksi menggunakan Tol Trans-Jawa, baik kendaraan pribadi maupun angkutan umum,” ujarnya.

Melihat kondisi tersebut, Dishub bersama kepolisian telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved