Senin, 11 Mei 2026

Kapolri Puji Skema Program Ketahanan Pangan Polda Jabar: Bisa Dicontoh Daerah Lain di Indonesia

Kapolri Listyo Sigit Prabowo memuji kinerja Polda Jawa Barat dalam menjalankan program ketahanan pangan nasional.

Tayang:
Istimewa
KETAHANAN PANGAN - Kegiatan simbolis penanaman jagung dalam program ketahanan pangan nasional oleh Polda Jabar. Kapolri Listyo Sigit Prabowo memuji kinerja Polda Jawa Barat dalam menjalankan program penanaman jagung serentak sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional. 

Ringkasan Berita:
  • Kapolri Listyo Sigit Prabowo memuji Polda Jawa Barat dalam menjalankan program penanaman jagung serentak sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional
  • Kapolri menilai skema yang dijalankan Polda Jabar dapat menjadi contoh bagi Polda lainnya di Indonesia
  • Apabila skema yang diterapkan Polda Jabar diikuti oleh seluruh jajaran Polda di Indonesia, maka program ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas jagung, diyakini akan berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kapolri Listyo Sigit Prabowo memuji kinerja Polda Jawa Barat dalam menjalankan program penanaman jagung serentak sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional.

Kapolri menilai skema yang dijalankan Polda Jabar dapat menjadi contoh bagi Polda lainnya di Indonesia.

Pujian itu disampaikan Kapolri saat mengikuti kegiatan penanaman jagung serentak Kuartal I tahun 2026 melalui video conference dalam rangka mendukung program swasembada jagung nasional, Sabtu (7/3/2026).

Menurut Kapolri, apabila skema yang diterapkan Polda Jabar diikuti oleh seluruh jajaran Polda di Indonesia, maka program ketahanan pangan nasional, khususnya komoditas jagung, diyakini akan berjalan dengan baik dan memberikan hasil yang optimal.

Baca juga: Pemprov Jabar Bidik Industri Halal Jadi Penggerak Ekonomi Daerah, Wagub: BUtuh Kolaborasi yang Kuat

Kegiatan penanaman jagung serentak Polda Jabar dilaksanakan di lahan milik Perhutani seluas 433,76 hektar yang berlokasi di Desa Palabuan, Kecamatan Ujung Jaya, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Program penanaman jagung ini bagian dari upaya nyata Polda Jabar dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui optimalisasi pemanfaatan lahan yang tersedia.

Karo SDM Polda Jabar, Kombes Fadly Samad mengatakan kegiatan penanaman jagung serentak ini wujud komitmen Polri dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian.

“Kami melaksanakan penanaman jagung seluas 433,76 hektar di lahan Perhutani sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional, khususnya komoditas jagung,” ujar Fadly Samad, Minggu (8/3/2026).

Dia menjelaskan sejak awal 2026 hingga saat ini program penanaman jagung di wilayah Jawa Barat menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

“Total luas penanaman yang telah terealisasi mencapai 6.817,95 hektar, dengan potensi ketersediaan lahan yang masih dapat dikembangkan sekitar 21.190 hektar. Bahkan dalam dua bulan terakhir, capaian program ketahanan pangan jagung Polda Jabar sudah menyamai capaian sepanjang 2016,” ucapnya.

Baca juga: Sopir Angkutan Umum Bakal Dapat Uang Kompensasi Saat Mudik Lebaran, Pencairan 12-13 Maret

Karo SDM yang didampingi Kabagbinkar Biro SDM Polda Jabar, AKBP Condro Sasongko yang turut mendorong pengembangan program ketahanan pangan di wilayah Jawa Barat menilai dari sisi hilirisasi, hasil panen jagung yang telah diserap menunjukkan ekosistem program berjalan cukup baik dan memberikan manfaat bagi petani.

“Perum Bulog telah menyerap sekitar 1.744 ton hasil panen jagung, sementara industri pabrik pakan telah menyerap sekitar 61.182 ton. Ini menunjukkan program ini tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memastikan adanya mekanisme penyerapan hasil panen,” katanya.

Dia menambahkan, penyerapan hasil panen oleh Bulog dan sejumlah pabrik pakan membuat petani tidak lagi mengalami kesulitan dalam memasarkan hasil produksi mereka. Selain itu, para petani juga mendapatkan pendampingan dari penyuluh pertanian agar proses budidaya berjalan lebih terarah sehingga produktivitas dapat meningkat.

“Dengan adanya pendampingan penyuluh pertanian, diharapkan proses budidaya menjadi lebih baik, produktivitas meningkat, serta resiko penyalahgunaan dana dapat diminimalisasi,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved