Rabu, 29 April 2026

Dewan Pengurus Korpri Minta ASN Adaptif Hadapi Digitalisasi dan Tekanan Pelayanan Publik

Ketua Korpri Jabar, Dedi Taufik, mengukuhkan pengurus baru Korpri Kota Bekasi masa bakti 2026.

Tayang:
Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
Ketua Dewan Pengurus Korpri Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, berfoto bersama Wali Kota Bekasi seusai mengukuhkan Dewan Pengurus Korpri Kota Bekasi masa bakti 2026 di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (2/3/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Ketua Korpri Jabar, Dedi Taufik, mengukuhkan pengurus baru Korpri Kota Bekasi masa bakti 2026. 
  • Dalam arahannya, Dedi menekankan lima isu strategis, termasuk adaptasi digital dan peningkatan profesionalitas ASN guna menghadapi tantangan khas Bekasi sebagai kota penyangga. 
  • Ia mendorong peningkatan Indeks Profesionalitas ASN dari kategori "Tinggi" ke "Sangat Baik" melalui pelayanan yang lebih responsif dan inklusif. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Dewan Pengurus Korpri Provinsi Jawa Barat, Dedi Taufik, meminta para pegawai pemerintah untuk adaptif dalam menghadapi tantangan di tengah transformasi digital serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik.

Hal itu disampaikan Dedi saat mengukuhkan Dewan Pengurus Korpri Kota Bekasi masa bakti 2026 di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Senin (2/3/2026). Dedi menyebut pelantikan tersebut merupakan momentum untuk memperkuat peran ASN sebagai motor reformasi birokrasi.

Menurut Dedi, terdapat lima isu strategis yang harus menjadi fokus utama Korpri: adaptasi teknologi, peningkatan kualitas layanan publik, penguatan integritas dan netralitas, peningkatan kesejahteraan, serta sinergi visi pembangunan.

“Korpri harus menjadi garda terdepan membangun budaya kerja yang berorientasi pada kepuasan masyarakat. ASN dituntut semakin profesional, adaptif, dan responsif melalui sistem pemerintahan berbasis elektronik yang transparan,” ujar Dedi dalam keterangannya, Senin (2/3/2026).

Dedi juga menyoroti tantangan khas Kota Bekasi sebagai daerah penyangga ibu kota dengan kepadatan penduduk mencapai 12.113 jiwa per kilometer persegi. Kondisi ini menuntut perencanaan berbasis data untuk mengatasi persoalan banjir dan drainase.

Selain itu, dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen, ASN dituntut andal dalam perencanaan transportasi guna menekan kemacetan.

Dedi mengapresiasi capaian Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) Kota Bekasi 2025 yang meraih skor 3,96 dengan predikat “Sangat Baik”. Namun, ia menekankan bahwa digitalisasi harus berdampak nyata bagi masyarakat, terutama pada layanan perizinan dan sosial yang inklusif.

Data Indeks Profesionalitas ASN Kota Bekasi tahun 2023 berada di angka 85,35 (kategori Tinggi). Dedi mendorong agar capaian tersebut ditingkatkan hingga kategori “Sangat Baik” atau di atas angka 90 melalui kedisiplinan dan kepekaan sosial yang lebih tajam. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved