Rabu, 29 April 2026

Ramadhan 2026

Pemprov Jabar Jaga Stabilitas Harga dan Stok Pangan Jelang Ramadhan dan Idulfitri 1447 H

Pemprov Jabar berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok selama Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri 2026. 

Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
PANGAN - Foto arsip pembeli sedang memilih kebutuhan pangan di Pasar Kosambi, Minggu (15/2/2026). Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadhan dan hari raya Idulfitri 2026.  
Ringkasan Berita:
  • Pemprov Jabar berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok Ramadhan dan Idulfitri 2026 
  • Sekda terus berkoordinasi dan memantau agar situasi kondisi aman dan kondusif
  • Selain ketersediaan bahan pokok, pemprov juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca, terutama daerah Majalengka dan Kuningan
  • BMKG memprediksi turunnya hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam sepekan ke depan terhitung periode 17-22 Februari 2026

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Pemerintah Provinsi Jawa Barat berupaya menjaga stabilitas harga dan pasokan kebutuhan pokok selama bulan suci Ramadhan dan hari raya Idulfitri 2026. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jabar, Herman Suryatman, mengatakan, saat ini pihaknya terus melakukan koordinasi dan pemantauan agar situasi kondisi menjelang bulan Ramadhan dan Idulfitri, aman dan kondusif. 

“Terutama inflasi terkendali dan perekonomian stabil. Lebih jauhnya kami berupaya seoptimal mungkin untuk menjaga agar harga-harga terjangkau, stok bahan pokok penting tersedia, transportasinya lancar, serta komunikasi berbagai pihak efektif,” ujar Herman, Selasa (17/2/2026).

Baca juga: Kabupaten Indramayu Jadi Lumbung Perikanan Terbesar, Sumbang Pasokan 32,9 Persen untuk Jabar

Selain ketersediaan bahan pokok, Herman juga mengimbau masyarakat dan pelaku usaha untuk tetap waspada terhadap kondisi cuaca, terutama daerah Majalengka dan Kuningan.

“Walaupun proyeksi dari BMKG relatif normal, diimbau agar warga masyarakat dan pelaku usaha tetap waspada. Terutama untuk daerah Majalengka dan Kuningan. Jawa Barat salah satu provinsi rawan bencana, jadi semua harus waspada, khususnya waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi banjir dan longsor,” katanya.

Sementara Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, Teguh Rahayu menambahkan BMKG memprediksi turunnya hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dalam sepekan ke depan terhitung periode 17-22 Februari 2026.

"Berdasarkan prediksi kondisi global, regional, dan probabilistik model diperkirakan pada sepekan ke depan umumnya cuaca berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang antara siang sore dan malam hari," ujar Teguh Rahayu.

Dia menjelaskannya, saat ini Jawa Barat termasuk wilayah Bandung Raya masih dalam periode musim hujan dengan puncak musim hujan bervariasi mulai dari November 2025 hingga Maret 2026.

Baca juga: Buntut 13 Perempuan Jabar Jadi Korban Perdagangan, DPRD Desak Pemkab Sikka Periksa Eltras Pub

BMKG memperkirakan, potensi hujan ringan hingga lebat yang disertai angin kencang dan petir ini berpotensi terjadi di seluruh wilayah di Jawa Barat dalam periode tersebut.

"Potensi terjadi curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di beberapa wilayah Jawa Barat yaitu Bogor, Depok, Bekasi, Karawang, Purwakarta, Subang, Sukabumi, Cianjur, Bandung, Bandung Barat, Cimahi," 

"Sumedang, Majalengka, Kuningan, Cirebon, Tasikmalaya, Garut, Ciamis, Banjar dan Pangandaran," ucapnya. (*)
 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved