Selasa, 2 Juni 2026

Banjir di Indramayu

Banjir Indramayu Rendam Perumahan Setinggi Pinggang, Bupati Lucky Hakim Bongkar Penyebabnya

Bupati Indramayu Lucky Hakim sebut bangunan di atas saluran air dan minimnya kolam retensi picu banjir setinggi pinggang di pusat kota.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Ahmad Imam Baehaqi
TERENDAM BANJIR - Kondisi rumah warga di RW 02 RW 11 Kelurahan Margadadi, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, yang terendam banjir, Selasa (27/1/2026). Warga terpaksa mengungsi. Bupati Indramayu Lucky Hakim sebut bangunan di atas saluran air dan minimnya kolam retensi picu banjir setinggi pinggang di pusat kota. Pemkab ajak pengembang kolaborasi. 
Ringkasan Berita:
  • Kondisi Terkini: Banjir di beberapa kompleks perumahan pusat kota Indramayu mencapai ketinggian pinggang orang dewasa.
  • Penyebab Utama: Terhambatnya drainase akibat bangunan di atas saluran air.
  • Solusi Strategis: Bupati Lucky Hakim menekankan pentingnya pembangunan kolam retensi

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengungkap sejumlah faktor penyebab banjir yang mengancam kawasan perumahan di pusat kota Indramayu.

Di antaranya, terhambatnya saluran pembuangan air akibat bangunan yang berdiri di atas saluran air, dan belum optimalnya pengelolaan embung atau kolam retensi.

Menurut dia, kondisi tersebut menyebabkan ketinggian air di beberapa kompleks perumahan di pusat kota Indramayu yang terdampak banjir mencapai pinggang orang dewasa.

"Faktor-faktor penyebab banjir tersebut didapat dari hasil dialog bersama warga, pengembang perumahan, dan lainnya," kata Lucky Hakim saat ditemui usai dialog penanganan banjir bersama berbagai pihak di Aula Ki Tinggil Setda Indramayu, Jalan Letjen Sutoyo, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jumat (13/2/2026).

Ia mengatakan, kolam retensi merupakan infrastruktur pengendali banjir berupa kolam atau waduk buatan maupun alami yang berfungsi menampung sementara air hujan dan limpasan permukaan.

Bahkan, keberadaan kolam retensi juga cukup efektif mencegah banjir, karena mampu menampung debit air sungai yang meningkat saat hujan deras, sehingga tidak meluap ke permukiman warga.

Baca juga: Terekam Video Ngerinya Banjir Terjang Babakan Cirebon, Batu Besar Hanyut Bikin Warga Panik Watu!

"Kolam retensi juga turut mendukung konservasi air melalui proses peresapan ke dalam tanah, karena penanganan banjir harus mengedepankan pendekatan kolaboratif tanpa saling menyalahkan," ujar Lucky Hakim.

Dalam kesempatan itu, sejumlah perwakilan warga dan pengembang perumahan memberi masukan agar Pemkab Indramayu segera mengeruk sedimentasi di sungai maupun saluran drainase dari pusat kota ke muara.

Lucky menyampaikan, secara geografis Kabupaten Indramayu berada di dataran rendah, dan merupakan daerah muara, sehingga permasalahan banjir harus ditangani secara menyeluruh serta humanis.

Dari mulai normalisasi drainase, pembersihan saluran, pembangunan kolam retensi, hingga kontribusi pengembang menjadi langkah penting dalam penanganan banjir tersebut.

"Keterbatasan anggaran pemerintah daerah membuat kontribusi dari pengembang perumahan sangat membantu untuk menangani permasalahan banjir," kata Lucky Hakim.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved