Kisah Kokom Bertahan di Rumah Panggung Program KDM yang Ikut Terendam Banjir Karawang
Luapan banjir yang terjadi kali ini bahkan sempat menjangkau rumah panggung antibanjir yang dibangun atas inisiatif Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Banjir yang melanda Desa Karangligar, Karawang, belum sepenuhnya surut dan bahkan sempat merendam rumah panggung anti banjir bantuan Pemprov Jawa Barat.
- Warga menilai ketinggian bangunan 2,5 meter belum cukup aman sehingga rumah tetap terendam dan penghuni harus mengungsi.
- Masyarakat berharap ke depan tersedia selter pengungsian terpadu agar penanganan banjir lebih aman dan terpusat.
TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG – Genangan air masih menyelimuti Desa Karangligar, Kecamatan Telukjambe Barat, Kabupaten Karawang, Selasa (20/1/2026).
Luapan banjir yang terjadi kali ini bahkan sempat menjangkau rumah panggung antibanjir yang dibangun atas inisiatif Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi atau yang akrab disapa KDM.
Kondisi tersebut membuat warga kembali merasakan dampak banjir meski telah menempati bangunan yang dirancang lebih tinggi dari rumah biasa. Air memang berangsur surut, namun belum sepenuhnya aman bagi penghuni.
Salah satu warga yang menempati rumah panggung di RT 005/002 Dusun Kampek, Desa Karangligar, Kokom, mengungkapkan bahwa ketinggian air saat ini sudah lebih rendah dibandingkan hari sebelumnya. Meski begitu, genangan masih berada sangat dekat dengan lantai bangunan.
“Sekarang alhamdulillah nggak terlalu tinggi, paling sekitar 10 sentimeter dari rumah panggung. Tapi kemarin itu sampai setengah meter di dalam rumah,” ujar Kokom saat ditemui di lokasi.
Menurut Kokom, kondisi tersebut tetap menyulitkan aktivitas sehari-hari warga, terlebih ketika air sempat masuk ke area rumah.
Rumah panggung yang dibangun awalnya diharapkan mampu menjadi tempat aman untuk menyelamatkan barang-barang penting saat banjir datang. Namun kenyataan di lapangan tidak sepenuhnya sesuai harapan.
Akibat genangan yang meninggi, sejumlah barang elektronik milik warga tetap tak terselamatkan meski telah dipindahkan ke rumah panggung.
“Elektronik banyak yang rusak, seperti kulkas, mesin cuci. Walaupun ditaruh di rumah panggung, tetap kena air juga,” katanya.
Kerusakan tersebut menambah beban warga yang harus menghadapi banjir berkepanjangan.
Proses Pembangunan Rumah Panggung
Untuk bisa mendapatkan bantuan rumah panggung, Kokom harus merelakan rumah lamanya dibongkar. Sebagai gantinya, dibangun hunian baru berukuran 4x6 meter dengan ketinggian sekitar 2,5 meter dari permukaan tanah.
Meski mendapat bantuan tersebut, Kokom mengaku tetap merasakan dilema karena banjir masih terus terjadi.
"Bukan tidak bersyukur. Terimakasih Pak Gubernur. tetapi berat juga buat kami yang tetap kebanjiran," kata dia.
Tokoh masyarakat setempat, Asep Saefulloh, menuturkan bahwa sejak awal pembangunan rumah panggung, warga telah menyampaikan kekhawatiran terkait tinggi bangunan.
| Berantas Parkir Liar, Farhan Bakal Ubah Desain Trotoar di Bandung, Ditinggikan 50 Cm |
|
|---|
| Mimpi Besar dan Spirit Dedi Mulyadi Membangun Jawa Barat Selama 5 Tahun Menjabat |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Wanti-wanti Warga Berbuat Aneh-aneh di Jembatan Cirahong, Ada yang Mengintai 24 Jam |
|
|---|
| Peserta UTBK SNBT 2026 di Unsika Tembus 12.508 Orang: Rektor Imbau Waspada Janji Kelulusan Instan |
|
|---|
| Respons Dedi Mulyadi Soal Kenaikan Harga Gas LPG, Beri Saran Alternatif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Banjir-masih-melanda-Desa-Karangliga.jpg)