Lorong Sempit dan Bau Pesing, Pusat Belanja Wisata Pangandaran Terbengkalai
Awalnya, kawasan ini diproyeksikan sebagai solusi penataan pedagang yang sejak 1986 berjualan menggunakan tenda biru.
Penulis: Padna | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Ringkasan Berita:
- Empat pusat belanja wisata di Pantai Pangandaran yang diresmikan tahun 2017 kini dalam kondisi memprihatinkan.
- Bangunan permanen yang semula ditujukan untuk merelokasi pedagang pantai terlihat rusak, berkarat, dan dipenuhi sampah serta botol miras.
- Faktor desain lorong yang sempit (sekitar 1 meter) dan suasana gelap membuat wisatawan enggan berkunjung, sehingga mayoritas dari 1.364 pedagang memilih gulung tikar atau kembali berjualan di bibir pantai dengan tenda biru.
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Penampakan pusat belanja wisata di kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat, kian memprihatinkan, Rabu (21/1/2026).
Bangunan permanen yang dulu diresmikan dengan harapan besar, kini tampak roboh, berkarat, rusak, dan nyaris tanpa aktivitas. Sepinya pengunjung membuat mayoritas pedagang terpaksa gulung tikar.
Terdapat empat titik pusat belanja wisata yang tersebar di kawasan Pantai Barat dan Pantai Timur Pangandaran, yakni Nanjung Sari, Nanjung Endah, Nanjung Elok, dan Nanjung Asri.
Bangunan tersebut terdiri dari ruko-ruko berukuran sekitar 3 x 2 meter yang dibangun sebagai lokasi relokasi pedagang.
Awalnya, kawasan ini diproyeksikan sebagai solusi penataan pedagang yang sejak 1986 berjualan menggunakan tenda biru di sepanjang bibir Pantai Pangandaran.
Relokasi dilakukan demi mempercantik kawasan wisata. Pusat belanja permanen tersebut kemudian diresmikan pada 2017, pada masa Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata.
Namun, kejayaannya hanya bertahan beberapa tahun. Minimnya prospek penjualan membuat pedagang satu per satu meninggalkan ruko mereka.
Banyak yang kembali berjualan di depan pantai, baik secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan.
Berdasarkan data yang dihimpun, sebanyak 1.364 pedagang sempat direlokasi ke empat pusat belanja itu. Kini, suasana di lokasi terlihat lengang dan sunyi.
Pantauan di lapangan, sejumlah pedagang yang masih bertahan umumnya hanya menempati bagian depan ruko.
Bahkan, sebagian kembali memasang tenda biru di depan bangunan permanen agar dagangan mereka terlihat oleh wisatawan.
Struktur bangunan mulai lapuk dan berkarat. Di lantai dua, lorong-lorong dipenuhi sampah dan tercium bau pesing. Botol Miras berserakan di beberapa sudut.
Rumput dan ilalang tumbuh tinggi menutupi dinding bertuliskan Barang Milik Daerah Pemerintah Kabupaten Pangandaran Disparbud.
Sementara di bagian atap, rangka baja ringan mulai terlihat akibat banyaknya genteng yang jebol.
| BBM Nonsubsidi Tiba-tiba Naik, Banyak Pengemudi di Pangandaran Kaget, Baru Tahu saat di SPBU |
|
|---|
| Akses Disabilitas di Pantai Pangandaran Jauh dari Ramah, Akses Kursi Roda dan Tunanetra Masih Minim |
|
|---|
| Antisipasi Gangguan Psikologis Wisatawan di Pangandaran, Satpol PP Gencarkan Penataan Pengemis |
|
|---|
| Pemotor RX King Dibacok Orang Tak Dikenal di Pangandaran, Sempat Diikuti hinga Motor Ditabrak |
|
|---|
| Tren Wisata Bergeser ke Alam, Pangandaran Disiapkan Jadi Destinasi Kelas Dunia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Kondisi-pusat-belanja-wisata-di-kawasan-Pantai-Pang.jpg)