Berita Viral
Viral, Perbandingan Kontras Perbatasan Jalan Mulus di Bogor Jabar dan Lebak Banten
Sebuah unggahan perbandingan pembangunan infrastruktur kontras antara perbatasan jalan Bogor, Jawa Barat dan Lebak, Banten, viral di media sosial.
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Ringkasan Berita:
- Kontras Infrastruktur di Perbatasan: Media sosial dihebohkan dengan perbandingan jalan di wilayah Bogor, Jawa Barat yang sudah diaspal mulus a, berbanding terbalik dengan wilayah Lebak, Banten yang masih berupa tanah merah berlumpur.
- Anggaran: Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak mengonfirmasi pembangunan jalan di wilayah tersebut tidak masuk dalam anggaran 2026.
- Visi Dedi Mulyadi: Dedi Mulyadi, menempatkan infrastruktur jalan sebagai prioritas utama dengan target pembangunan di Jawa Barat.
TRIBUNJABAR.ID - Belakangan ini sebuah unggahan memperlihatkan antara perbatasan jalan Bogor, Jawa Barat dan Lebak, Banten, viral di media sosial.
Perbatasan jalan Bogor (Jabar) dan jalan Kabupaten Lebak (Banten) itu jadi sorotan publik lantaran perbedaan infrastukturnya yang kontras.
Kondisi jalan Bogor diaspal dan mulus lengkap dengan marka. Di sisi lain kondisi jalan di Kabupaten Lebak depan huntara Kampung Cigobang tak beraspal, hanya tanah merah bercampur lumpur.
Diketahui perbedaan kontras kondisi jalan Bogor dan Lebak ini berada di kawasan hunian sementara (huntara) Lebakgedong, Banten.
Huntara Lebakgedong berada di kecamatan di bagian timur Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, yang berada di wilayah berbukit dan sebagian masuk Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).
Baca juga: 9 Ruas Jalan Tol di Jawa Barat Dibangun Tahun 2025 - 2029 Total Panjang 266,66 Km
Baru-baru ini, jalan di kawasan Huntara Lebak itu viral karena perbandingan infrastruktur jalan yang kontras dengan wilayah tetangga, Bogor, setelah bencana banji bandang 2022 lalu.
Warga menempati huntara mengeluhkan janji pembangunan hunian tetap (huntap) yang belum terwujud.
Seorang warga huntara, Erum mengatakan akses jalan tersebut penting bagi aktivitas warga dan anak sekolah.
Menurutnya, jalan aspal dari wilayah Bogor itu berhenti tepat di garis batas wilayah Lebak.
“Ujungnya ada di sini. Di Lebak masih tanah, di Bogor sudah mulus,” ujar Erum, dikutip dari Kompas.com, Selasa (13/1/2026).
Sementara itu, Ketua RT setempat, Ajum mengaku bahwa pihaknya dan warga sudah berulang kali menyampaikan permintaan pembangunan jalan dan huntap kepada pemerintah daerah. Namun hingga saat ini warga merasa hanya janji yang diberikan tanpa realisasi.
Sementara itu, rencana pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak tahun 2026 di wilayah tersebut belum dipastikan.
Hal ini diungkapkan Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Lebak, Dade Yan Apriyandi.
Dade menegaskan bahwa pembangunan jalan tersebut memang tidak masuk dalam anggaran 2026.
Namun, ia mengatakan pembangunan di kawasan huntara masih memungkinkan dilakukan pada tahun-tahun mendatang.
Baca juga: Kisah Kakek 78 Tahun di Bogor Bertahan Hidup Jualan Barang Bekas Berhasil Besarkan 12 Anak
Proyek Pembangunan Jalan di Jawa Barat
Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang saat ini dipimpin Gubernur Dedi Mulyadi menempatkan infrastruktur jalan dan konektivitas sebagai prioritas utama dalam visi pembangunan "Jabar Istimewa”.
Visi tersebut juga dapat tercermin dari berbagai misi pembangunan yang dilakukan Dedi Mulyadi.
Tak jarang, lewat media sosialnya, Gubernur Jabar yang akrab disapa KDM itu membagikan perkembangan pembangunan jalan termasuk merevitalisasi jalan provinsi hingga jalan di kabupaten, kecamatan hingga desa.
Misi Dedi Mulyadi melakukan pembangunan jalan itu pun senada dengan pemerintah daerah lainnya, termasuk Bogor.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto berkomitmen membangun jalan mendukung kemajuan daerah guna pertumbuhan ekonomi.
Dikutip dari TribunnewsBogor.com, selain di Kabupaten Bogor, rencana pembangun jalan juga termasuk dalam daftar 10 proyek strategis Kota Bogor.
Pemerintah Kota Bogor merencanakan melakukan pembangunan jalan R3 (lanjutan) dengan alokasi anggaran senilai Rp 20 miliar.
Beberapa waktu lalu, Bappeda Jabar telah merilis data pembangunan 9 ruas jalan tol dengan total biaya investasi mencapai Rp 134,54 Triliun.
Proyek tersebut merupakan kolaborasi antara Pemerintah Pusat dan Pemprov Jabar melalui skema KPBU.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengungkap target tahun 2027 seluruh jalan di Jawa Barat mulus dan terkoneksi sehingga akan berdampak pada ekonomi.
"Target saya di 2027 seluruh jalan di Jawa Barat, jalan nasional, jalan tol, jalan provinsi, jalan kabupaten, dan jalan desa terkoneksi dengan baik dalam keadaan mulus dan nanti itu melahirkan sirkulasi ekonomi," ujar Dedi Mulyadi.
(Tribunjabar.id/Hilda Rubiah) (Kompas.com/Acep Nazmudin)
| Viral Masjid Bekas Bar di Trunojoyo Bandung, Masjid Jaza: Tempat Kajian yang Sediakan Kopi Gratis |
|
|---|
| Viral Jalan Putus akibat Sungai Meluap di Cirebon, Sisa Jalan Terlalu Berbahaya untuk Dilalui |
|
|---|
| Viral Detik-detik Truk Sampah 'Dimakan' Jalan Ambles di Ciwaruga Bandung Barat, Bawa 2,4 Ton Sampah |
|
|---|
| Ingat Kasus Viral Pelajar Sukabumi Dianiaya? Mandeg 7 Bulan, Ibu Korban Pertanyakan Kerja Polisi |
|
|---|
| Viral Mobil Tabrak Sepeda Motor hingga Cekcok di Puncak Pass Cianjur, Diduga gara-gara Dikejar Matel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Viral-perbandingan-kontras-perbatasan-jalan-Bogor-Jawa-Barat-dan-Lebak-Banten.jpg)