Kamis, 7 Mei 2026

Dari TKW 16 Tahun di Arab Saudi, Atik Banting Setir Jadi Pencuci Tray MBG Lepas Gaji Besar

Atik (47) mantan tenaga kerja wanita (TKW) asal Karawang banting setir jadi relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pencuci tray MBG

Tayang:
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
TribunBekasi.com/Muhammad Azzam
KISAH MANTAN TKW - Atik (47) menjadi pegawai pencuci tray Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sarijaya Majalaya Polres Karawang saat ditemui belum lama ini. Atik sebelumnya merupakan tenaga kerja wanita (TKW) yang telah bekerja selama 16 tahun.  

TRIBUNJABAR.ID - Inilah kisah Atik (47) mantan tenaga kerja wanita (TKW) asal Karawang banting setir menjadi relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Meski telah 16 tahun bekerja menjadi TKW, Atik memilih menutup lembaran lama hidupnya.

Atik kini memilih menjadi pegawai pencuci tray Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah pulang ke kampung halamannya di Karawang.

Diketahui Atik kini bekerja sebagai pencuci tray MBG di SPPG Sarijaya Majalaya Polres Karawang.

Ada alasan di balik keputusannya itu, selain mengabdi menjadi relawan MBG, pekerjaan tersebut ternyata diambil Atik demi lebih dekat dengan keluarga.

Baca juga: Kisah Tunjinah TKW asal Indramayu Kerja di Hong Kong Digaji 10 Juta Sebulan Demi Anak

Mengurungkan Niat Kembali ke Luar Negeri

Keputusan Atik menjadi pencuci tray MBG itu  setelah ia mengurungkan niat kembali bekerja ke luar negeri.

Sebelumnya, Atik sempat berencana kembali bekerja ke Arab Saudi karena alasan ekonomi. 

Namun rencana itu berubah ketika ia mendengar pembukaan lowongan relawan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sarijaya Majalaya, Polres Karawang.

“Sempat ingin ke luar negeri lagi, tapi ada SPPG buka lowongan. Saya daftar dan alhamdulillah sekarang kerja di sini,” ujar Atik, dikutip dari TribunBekasi.com, Senin (15/11/2025).

16 Tahun Jadi TKW di Arab Saudi

Diketahui, Atik telah bekerja sebagai TKW di Arab Saudi selama 16 tahun.

Selama 16 tahun itu, Atik berpindah-pindah kerja di beberapa kota di Arab Saudi, seperti Jeddah, Madinah, dan Mekkah. 

Atik baru kembali ke Indonesia tiga tahun terakhir.

Lepas Penghasilan Besar

Keputusan Atik banting setir menjadi pencuci tray MBG tentu membuatnya harus melepas penghasilan besarnya di liar negeri.

Atik mengakui penghasilannya di luar negeri jadi TKW itu jauh lebih besar daripada gajinya sebagai pencuci MBG tersebut.

Paling tidak, Atik mengaku mendapat gaji harian.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved