Mengintip kampung Ikan Subang, Wisata Edukasi Lengkap, Nostalgia Permainan Tradisional
Suara tawa anak-anak terdengar bersahutan setiap kali mereka mencoba permainan yang mungkin belum pernah mereka lihat sebelumnya.
Penulis: Deanza Falevi | Editor: Seli Andina Miranti
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Deanza Falevi
TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Jika Anda masih bingung mencari destinasi wisata keluarga yang menyenangkan dan penuh edukasi, Kampung Ikan Lembah Tanjung di Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang, Jawa Barat, bisa menjadi alternatif yang cocok untuk mengisi akhir pekan.
Di kawasan yang berhawa sejuk dan dihiasi panorama pegunungan serta hamparan persawahan yang luas ini, pengunjung diajak kembali mengenang keriangan permainan tradisional yang nyaris terlupakan.
Begitu memasuki area wisata, Anda akan menemukan sebuah taman bambu yang tertata rapi, menaungi berbagai alat permainan sederhana, mulai dari kincir bambu, roda bambu, egrang, bakiak hingga jungkat-jungkit.
Baca juga: Pembangunan Jalan Alternatif Wisata, Pemkab Pangandaran Butuh Anggaran Sekitar Rp3 Miliar
Suara tawa anak-anak terdengar bersahutan setiap kali mereka mencoba permainan yang mungkin belum pernah mereka lihat sebelumnya. Di antara hijaunya sawah dan pohon bambu yang bergoyang, suasana terasa begitu damai dan penuh nostalgia.
Taman bambu ini memang sengaja dihadirkan sebagai ruang edukasi budaya, terutama bagi pengunjung generasi Z dan Alpha yang tumbuh bersama handpohone, visual digital, dan gim modern.
Pihak pengelola berharap, permainan yang identik dengan kreativitas dan kerja sama ini dapat menjadi medium bagi orang tua untuk memperkenalkan keseruan masa kecil di era sebelum gadget mendominasi.
"Tanggalan bagus untuk mengenalkan permainan tradisional kepada masyarakat, khususnya kepada anak. Sekarang mah susah ditemukan, jadi enak kalau bisa mencoba lagi," ujar Mila, wisatawan asal Subang yang datang bersama keluarganya, Minggu (7/12/2025).
Menurutnya, anak-anak tidak hanya bermain, tetapi juga belajar keseimbangan, keberanian, dan rasa ingin tahu.
Bagi pengunjung, suasana di taman bambu terasa menghangatkan. Tak hanya permainan darat, Kampung Ikan juga menyediakan trek river tubing yang ramah anak, menyusuri aliran sungai kecil di area wisata.
Anak-anak dapat merasakan sensasi ringan menjelajah sungai sambil dikelilingi nuansa pedesaan yang asri.
Selain taman bermain, Kampung Ikan juga dikenal sebagai wisata edukasi. Banyak rombongan pelajar yang datang untuk mencoba menanam padi, mengenali ikan air tawar, hingga menangkap ikan di kolam, sesuai paket edukasi yang disediakan.
Baca juga: Ruas Tunggilis Ciparakan Diusulkan Jadi Jalur Alternatif Wisata Kabupaten Pangandaran
"Kami sediakan permainan tradisional seperti egrang, kincir bambu, bakiak untuk kembali mengingatkan anak zaman sekarang bahwa dulu ada permainan seperti ini, supaya anak tidak bermain gadget terus," kata Muhammad Legi Putra Sudrajat, pengelola Kampung Ikan.
Legi menambahkan, dalam paket edukasi, pengunjung dapat mempelajari pengetahuan dasar seputar perikanan, pertanian, outbound, dan fun games, semuanya dirangkai agar anak-anak bisa belajar sambil bergerak dan berinteraksi.
"Kalau pengunjung datang bebas, bisa menikmati fasilitas taman bambu, camping, river tubing, resto, memancing, kolam renang, wahana air dan melihat ikan," ujarnya.
Salah satu daya tarik paling unik di Kampung Ikan adalah camping ground yang berada tepat di tengah sawah. Pada malam hari, para pengunjung dapat menikmati suasana sunyi pedesaan, langit bertabur bintang, dan suara serangga yang mengiringi perbincangan di depan tenda.
Pilihan camping terbagi ke dalam beberapa zona, yaitu Zona Arpenaz, Zona Borneo, dan Zona Ikan Nila. Harga sewa tenda sangat terjangkau, mulai dari Rp300.000 hingga Rp700.000 per tenda, tergantung kapasitas dan fasilitas.
Setiap tenda telah dilengkapi kasur, bantal, selimut, perlengkapan mandi, instalasi listrik, hingga pengamanan malam, sehingga cocok bagi keluarga yang ingin merasakan sensasi berkemah tanpa repot menyiapkan perlengkapan.
Iis, wisatawan asal Bandung, mengaku memilih lokasi ini karena suasananya sangat cocok untuk keluarga.
"Di Bandung pas liat tempatnya bagus, suasana enak, fasilitas lengkap. Anak cucu saya suka renang, apalagi ada kolam, sungai, terapi ikan, dan permainan tradisional. Kita bisa menikmati nilai-nilai budaya juga," katanya.
Selain menjadi tempat wisata keluarga, Kampung Ikan melayani kunjungan sekolah, rombongan komunitas, hingga kegiatan gathering dan outbound perusahaan.(*)
| Kematian Tragis Nenek di Subang Bikin Suaminya Terpukul, Minta Polisi Segera Tangkap Pelaku |
|
|---|
| Bosan Liburan Lama, Gen Z Indonesia Kini Lebih Doyan Micro-Trip, Destinasi Lokal Jadi Pilihan No 1 |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Nenek di Subang Tewas Terikat di Rumah, Uang Puluhan Juta dan Emas 50 Gram Raib |
|
|---|
| Curug Cibareubeuy Subang Tawarkan Hiking Ringan dan Pemandangan Alam Komplit, Sawah hingga Curug |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Sentil Dinas Pariwisata Subang Kurang Respons Diminta Kelola Lembur Pakuan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/permainan-tradisional-di-Subang.jpg)