Kamis, 7 Mei 2026

Petani Ciganjeng Pangandaran Terancam Gagal Tanam, Cuaca Ekstrem Masih 3 Bulan Lagi

Saung kecil yang berada di tengah-tengah lahan sawah pun masih terendam, hanya terlihat tiang kayu dan atapnya.

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Padna
MASIH BANJIR - Kondisi banjir di area persawahan di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran pada Jumat 28 November 2025 

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Para petani terdampak banjir di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran hanya bisa pasrah melihat kondisi sawahnya terus terendam banjir.

Sedikitnya ada sekitar 250 hektare sawah di Desa Ciganjeng yang kini masih tergenang air luapan anak sungai Citanduy dan kiriman air dari pegunungan saat hujan deras.

Pantauan Tribun Jabar pada Jumat 28 November 2205 sekitar pukul 16.00 WIB, debit air tingginya sekitar 80 sentimeter itu masih merendam ratusan hektare area persawahan.

Sebelumnya, itu sekitar 150 hingga 200 sentimeter.

Saung kecil yang berada di tengah-tengah lahan sawah pun masih terendam, hanya terlihat tiang kayu dan atapnya.

Para petani yang sebelumnya ramai di area persawahan, hingga kini masih belum bisa menanam bibit padi.

Baca juga: Banjir Sudah Surut, Warga Pangandaran Diimbau Tetap Waspada, Potensi Banjir Masih Ada

Seorang petani di Ciganjeng, Iwan alias Iwok (43) mengatakan, meskipun sekarang tidak sering turun hujan, area persawahan itu cukup lama tergenang air banjir.

"Karena dataran rendah, jadi surutnya itu lama. Butuh waktu sebulan lebih untuk surut, itu juga kalau enggak air kiriman saat hujan," ujar Iwan kepada Tribun Jabar di Ciganjeng, Jumat sore.

Dampaknya, para petani tidak bisa kembali menanam bibit padi dan harus menunggu debit air banjir benar-benar surut. 

Kondisi terkini banjir di ratusan hektare lahan persawahan di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran pada Minggu 23 November 2025 siang
Kondisi terkini banjir di ratusan hektare lahan persawahan di Desa Ciganjeng Kecamatan Padaherang Kabupaten Pangandaran pada Minggu 23 November 2025 siang (tribunjabar.id / Padna)

"Ya, kita sekarang hanya bisa bersabar. Kita tunggu musim kemarau saja. Ditanam juga percuma kalau nanti kembali turun hujan," katanya.

Apalagi, kata Ia, pihak BPBD di Kabupaten Pangandaran mengabarkan bahwa cuaca ekstrem masih berlangsung hingga tiga bulan kedepan.

"Artinya, kalau kita mau nanam bibit padi harus nunggu cuaca bagus dulu. Kalau ngitung untuk rugi, ya pasti rugi lah," ucap Iwan.

Kepala Desa Ciganjeng, Imang Wardiman, mengatakan, akhir tahun 2025 ini, para petani di tempatnya sedang diberi ujian dampak dari cuaca ekstrem.

"Tahun ini, banyak petani yang gagal tanam dan gagal panen. Kita juga paling kasih bantuan seadanya dan melaporkan kondisi ini ke pemerintah daerah," ujarnya.

Sebelumnya, kondisi banjir ini melanda sejumlah Desa di dua Kecamatan yakni, Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Kalipucang.

Kini, sebagian titik mulai surut, terutama pemukiman warga di dua Kecamatan tersebut. Namun, area persawahan yang menjadi ladang petani masih terdampak banjir. *

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved