Petani Ciganjeng Pangandaran Terancam Gagal Tanam, Cuaca Ekstrem Masih 3 Bulan Lagi
Saung kecil yang berada di tengah-tengah lahan sawah pun masih terendam, hanya terlihat tiang kayu dan atapnya.
TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Para petani terdampak banjir di Desa Ciganjeng, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran hanya bisa pasrah melihat kondisi sawahnya terus terendam banjir.
Sedikitnya ada sekitar 250 hektare sawah di Desa Ciganjeng yang kini masih tergenang air luapan anak sungai Citanduy dan kiriman air dari pegunungan saat hujan deras.
Pantauan Tribun Jabar pada Jumat 28 November 2205 sekitar pukul 16.00 WIB, debit air tingginya sekitar 80 sentimeter itu masih merendam ratusan hektare area persawahan.
Sebelumnya, itu sekitar 150 hingga 200 sentimeter.
Saung kecil yang berada di tengah-tengah lahan sawah pun masih terendam, hanya terlihat tiang kayu dan atapnya.
Para petani yang sebelumnya ramai di area persawahan, hingga kini masih belum bisa menanam bibit padi.
Baca juga: Banjir Sudah Surut, Warga Pangandaran Diimbau Tetap Waspada, Potensi Banjir Masih Ada
Seorang petani di Ciganjeng, Iwan alias Iwok (43) mengatakan, meskipun sekarang tidak sering turun hujan, area persawahan itu cukup lama tergenang air banjir.
"Karena dataran rendah, jadi surutnya itu lama. Butuh waktu sebulan lebih untuk surut, itu juga kalau enggak air kiriman saat hujan," ujar Iwan kepada Tribun Jabar di Ciganjeng, Jumat sore.
Dampaknya, para petani tidak bisa kembali menanam bibit padi dan harus menunggu debit air banjir benar-benar surut.
"Ya, kita sekarang hanya bisa bersabar. Kita tunggu musim kemarau saja. Ditanam juga percuma kalau nanti kembali turun hujan," katanya.
Apalagi, kata Ia, pihak BPBD di Kabupaten Pangandaran mengabarkan bahwa cuaca ekstrem masih berlangsung hingga tiga bulan kedepan.
"Artinya, kalau kita mau nanam bibit padi harus nunggu cuaca bagus dulu. Kalau ngitung untuk rugi, ya pasti rugi lah," ucap Iwan.
Kepala Desa Ciganjeng, Imang Wardiman, mengatakan, akhir tahun 2025 ini, para petani di tempatnya sedang diberi ujian dampak dari cuaca ekstrem.
"Tahun ini, banyak petani yang gagal tanam dan gagal panen. Kita juga paling kasih bantuan seadanya dan melaporkan kondisi ini ke pemerintah daerah," ujarnya.
Sebelumnya, kondisi banjir ini melanda sejumlah Desa di dua Kecamatan yakni, Kecamatan Padaherang dan Kecamatan Kalipucang.
Kini, sebagian titik mulai surut, terutama pemukiman warga di dua Kecamatan tersebut. Namun, area persawahan yang menjadi ladang petani masih terdampak banjir. *
Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
| Pantai Timur Pangandaran 'Dihiasi' Sampah Kiriman, dari Batang Kayu sampai Tumpukan Sampah Plastik |
|
|---|
| Tiga Warga Temukan Mayat di Sungai Green Canyon Pangandaran, Sempat Dikira Boneka |
|
|---|
| Harga Kelapa Tua Terjun Bebas di Pangandaran, Kini Hanya Rp 1.500 per Buah |
|
|---|
| Tempat Hiburan Malam di Pangandaran Dirazia, 11 Orang Tanpa Identitas Diamankan |
|
|---|
| Hidup Serba Kekurangan, Warga Miskin di Pangandaran Harap Dikunjungi Bupati |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/ilustrasi-banjir-di-ciganjeng-pangandaran.jpg)