Pemkab Karawang Bongkar Bangunan Liar di Interchange Karawang Barat
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa gerbang tol adalah wajah pertama yang dilihat tamu, investor, dan masyarakat pendatang.
Penulis: Cikwan Suwandi | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Karawang – Cikwan Suwandi
TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG – Pemerintah Kabupaten Karawang mulai melakukan penataan besar-besaran di kawasan akses Tol Karawang Barat. Penertiban bangunan liar yang dilakukan pada Rabu (26/11/2025) menjadi langkah awal menjadikan area tersebut sebagai “etalase baru” Karawang.
Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menegaskan bahwa gerbang tol adalah wajah pertama yang dilihat tamu, investor, dan masyarakat pendatang. Karena itu, kawasan ini harus ditata secara menyeluruh agar lebih rapi, representatif, dan mencerminkan karakter Karawang sebagai daerah strategis.
“Hari ini Alhamdulillah bersama Pak Gubernur kita mulai pembukaan dan penataan kawasan Karawang Barat. Akses gerbang tol itu wajah Karawang. Maka harus rapi, bersih, dan bagus,” ujar Aep di lokasi penertiban.
Langkah pertama yang dilakukan adalah menertibkan 171 bangunan liar yang berdiri di atas lahan milik PT Jasa Marga. Pembongkaran disebut sudah melalui proses panjang, mulai dari SP1, SP2 hingga SP3, serta memiliki dasar hukum melalui MoU antara Pemkab Karawang dan Jasa Marga.
“Ini bukan tanah pribadi. Tanah ini milik Jasa Marga, dan kami sudah punya MoU jelas. Secara SOP, semua tahapan sudah dilalui sebelum pembongkaran dilakukan,” kata Aep.
Penataan tidak berhenti pada pembongkaran. Pemkab menyiapkan anggaran hingga Rp25 miliar untuk memperbaiki tampilan kawasan, termasuk pelebaran jalan dari gerbang tol hingga area pabrik ES. Sementara perbaikan jalan bergelombang akan mendapat tambahan anggaran hampir Rp5 miliar.
“Pelebaran ruas jalan ini penting untuk memperlancar arus kendaraan dari dan menuju tol. Jalan bergelombang juga kami ambil alih untuk diperbaiki agar lebih nyaman,” jelasnya.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mendukung lewat rencana pelebaran jembatan di akses Tol Karawang Barat yang dinilai menjadi titik penyempitan arus lalu lintas.
“Kalau dari provinsi mungkin satu jembatan dulu karena anggarannya memang besar,” ujar Aep.
Dalam perencanaannya, Aep menargetkan penataan kawasan Karawang Timur tuntas pada 2026, sementara Karawang Barat dilakukan bertahap hingga 2027, seiring skala pekerjaan yang lebih besar.
“Karawang Timur insya Allah selesai 2026. Untuk Karawang Barat butuh dua tahun sampai 2027,” katanya.
Aep berharap masyarakat mendukung langkah penataan ini karena akan memberikan dampak jangka panjang bagi keindahan dan kenyamanan kota.
“Kami ingin memberikan yang terbaik untuk warga. Karawang harus rapi dan nyaman. Menata gerbang tol ini bagian dari upaya kita memperbaiki wajah daerah,” kata dia.
| BREAKING NEWS: Remaja Tewas di Batujaya Karawang Bukan Korban Bentrok, Ternyata Dibunuh Kakak Kelas |
|
|---|
| Jalan Berbayar Jabar: Dedi Mulyadi Siapkan Sistem Gerbang Digital Otomatis di Jalan Provinsi |
|
|---|
| Dedi Mulyadi Siapkan Wajah Baru Tuparev Karawang, Jadi Koridor Budaya dan Kawasan Kota Tua Sunda |
|
|---|
| 8 Warga Karawang Telantar di Kebun Tebu Sumsel, Diduga Korban TPPO, Kini Sudah Dipulangkan |
|
|---|
| Karawang Kebagian Proyek Giant Sea Wall, Bupati Aep: Abrasi hingga Rob Bisa Teratasi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Pemerintah-Kabupaten-Karawang-mulai-m.jpg)