Minggu, 31 Mei 2026

Lucky Hakim Minta Semua Masyarakat Indramayu Waspada Potensi Bencana Hidrometeorologi

Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengungkap berbagai langkah yang akan dilakukan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

Tayang:
Penulis: Ahmad Imam Baehaqi | Editor: Giri
Diskominfo Indramayu
SAMBUTAN - Bupati Indramayu, Lucky Hakim, saat menyampaikan sambutan dalam pembukaan Forkab 2025 di Pendopo Bupati Indramayu, Jalan Mayjen Sutoyo, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu (22/11/25) malam. Lucky minta masyarakat Indramayu waspada pada bencana hidrometeorologi 

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Bupati Indramayu, Lucky Hakim, mengungkap berbagai langkah yang akan dilakukan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Dia ingin semua komponen bergerak cepat, tepat, dan terkoordinasi dalam menghadapi potensi bencana banjir, rob, dan angin puting beliung.

Menurut dia, ancaman-ancaman tersebut merupakan bagian dari bencana hidrometeorologi yang dipicu dinamika cuaca dan perubahan iklim. Menurutnya, seluruh elemen masyarakat Indramayu harus waspada.

"Langkah-langkah yang sudah disiapkan Pemkab Indramayu untuk menghadapi potensi bencana tersebut, di antaranya melalui pembentukan desa siaga bencana," kata Lucky Hakim, Senin (24/11/2025).

Ia mengatakan, Pemkab Indramayu telah membentuk 59 desa tangguh bencana (destana) di berbagai kecamatan, dan memberikan pelatihan komunikasi, informasi, serta edukasi (KIE) kebencanaan kepada 69 desa.

Baca juga: Kabar Baik untuk Nelayan Indramayu, Tahun Depan Program Asuransi Nelayan Kecil Dilanjutkan

Dia mentatakan, langkah tersebut diperkuat melalui program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan pelatihan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD) di sekolah-sekolah untuk menanamkan budaya sadar bencana sejak dini.

"Kami ingin membentuk generasi muda yang peduli dan tanggap terhadap lingkungan, sehingga budaya sadar bencana menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indramayu," ujar Lucky Hakim.

Pemkab Indramayu juga menggandeng dunia usaha untuk berperan dalam upaya mitigasi melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), sehingga menyediakan sarana dan sumber daya pendukung penanggulangan bencana.

Ia menyampaikan, kondisi geografis Kabupaten Indramayu juga tergolong unik, karena terbentang dari pesisir utara hingga kawasan pertanian luas di selatan menjadi kekuatan sekaligus tantangan tersendiri.

Baca juga: Bupati Lucky Hakim Buka Forkab 2025, Hadirkan Semangat Budaya dan Silaturahmi Warga Indramayu

Lucky mengakui, kondisi tersebut membuat ancaman bencana yang mengintai juga cenderung berbeda. Misalnya, wilayah pesisir atau Indramayu bagian utara yang mencakup Kecamatan Pasekan, Cantigi, Losarang, dan Kandanghaur, termasuk daerah rawan banjir serta rob.

Indramayu bagian tengah dan selatan merupakan wilayah rawan bencana angin puting beliung. Bahkan saat musim kemarau potensi kekeringan dan krisis air bersih juga turut mengancam kawasan tersebut.

Ia mengingatkan, kesiapsiagaan bencana bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi seluruh elemem masyarakat Indramayu. Sehingga semua pihak harus selalu siap, sigap, dan tangguh dalam menghadapi berbagai bencana.

"Kesiapsiagaan bencana ini bukan sekadar kegiatan tahunan saat menghadapi musim hujan atau kemarau, tetapi kebutuhan yang harus terus diperkuat seluruh lapisan masyarakat Indramayu," kata Lucky. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved