Senin, 4 Mei 2026

Keracunan MBG di Sukabumi

Hasil Uji Lab Kasus Keracunan MBG di Sukabumi: Ditemukan Jamur dan Bakteri pada Makanan

Hasil lab untuk MBG di SPPG Cidolog ditemukan jamur dan bakteri pada makanan yang dikonsumsi para pelajar.

Tayang:
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
ILUSTRASI - Sejumlah pelajar menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) saat launching program MBG di Perguruan Muhammadiyah Antapani, Jalan Kadipaten Raya, Antapani, Kota Bandung, Jawa Barat, Senin (25/8/2025). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Dinas Kesehatan telah melakukan uji laboratorium terhadap makanan pada Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab keracunan massal pelajar di Kecamatan Cidolog, Kecamatan Parakansalak dan Kecamatan Cibadak, yang terjadi pada Agustus dan September 2025 ini.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, Agus Sanusi, mengatakan, pihaknya baru menyelesaikan uji lab di SPPG Cidolog dan Parakansalak.

"SPPG Cidolog, pemeriksaan sampel makanan diambil dari dapur MBG, jenis sampel yang diperiksa laboratorium berupa nasi uduk, tempe orek, acar bumbu kuning, telur dadar, dan semangka," ujar Agus kepada Tribunjabar.id, Selasa (23/9/2025).

Agus menjelaskan, hasil lab untuk MBG di SPPG Cidolog ditemukan jamur dan bakteri pada makanan yang dikonsumsi para pelajar.

"Hasil pemeriksaan mikrobiologi di Balai Laboratorium Kesehatan Jawa Barat ditemukan jamur (Coccodiodesimmitis) pada semangka, bakteri (Enterobacter cloacae) pada tempe orek, dan macrococcus caseolyticus pada telur dadar," kata Agus.

Sedangkan di SPPG Parakansalak, sampel makanan yang diambil dari dapur MBG untuk diperiksa laboratorium berupa nasi putih, telur, orek tahu, sayuran, semangka dan susu.

"Hasil pemeriksaan mikrobiologi di Balai Laboratorium Kesehatan Jawa Barat ditemukan bakteri (Bacillus Cereus) pada telur," ucap Agus.

Agus menjelaskan, bakteri dan jamur dapat mengkontaminasi bahan makanan dari proses penyimpanan pada suhu ruang yang terlalu lama, dan hal itu terjadi di Cidolog.

"SPPG Parakansalak pada hasil lab terdapat bakteri (Bacillus Cereus) pada telur. Bakteri ini dapat mengkontaminasi / mencemari telur mentah pada saat penyimpanan pada suhu yang tidak tepat dan pengolahan harus dimasak hingga matang sempurna karena toksinnya mungkin tidak rusak sepenuhnya saat dimasak ulang," ucap Agus.* (M Rizal Jalaludin)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved