Minggu, 10 Mei 2026

Polemik KJA Pangandaran, eks Kadis Perikanan Jabar Duga Warga Menolak karena Trauma Kasus Lama

Menurut Darsono, penolakan itu mungkin dipicu trauma kegagalan program serupa milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2017. 

Tayang:
Penulis: Padna | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/ Padna
KJA - Keramba Jaring Apung (KJA) di Pantai Timur Pangandaran, Selasa (19/8/2025). Eks Kepala Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat, Darsono mengungkap kemungkinan warga menolak adanya KJA. 

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Polemik terkait keberadaan Keramba Jaring Apung (KJA) di Pantai Timur Pangandaran terus menjadi perbincangan publik. 

Meski dianggap sebagai solusi atas menurunnya hasil tangkapan ikan akibat overfishing, pelaksanaan budidaya laut ini dinilai tidak mudah karena memerlukan teknologi tinggi, biaya besar, serta lokasi yang sesuai.

Eks Kepala Dinas Perikanan Provinsi Jawa Barat, Darsono, angkat bicara mengenai penolakan sebagian masyarakat terhadap keberadaan KJA yang dirintis Universitas Padjadjaran (Unpad) di wilayah tersebut.

Menurutnya, penolakan itu kemungkinan dipicu oleh trauma kegagalan program serupa milik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2017. 

Saat itu, proyek KJA offshore milik KKP menelan anggaran sekitar Rp 42 miliar dari APBN namun tidak membuahkan hasil yang maksimal.

"Penolakan masyarakat bisa jadi karena kekhawatiran akan kegagalan seperti dulu. Padahal, teknologi budidaya laut saat ini sudah jauh berkembang dan memiliki potensi ekonomi yang besar," ujar Darsono kepada Tribun Jabar melalui WhatsApp, Selasa (26/8/2025) pagi.

Baca juga: Bupati Pangandaran Disebut Mencla-mencle soal KJA, Kadis Kelautan Bela Sikap Citra: Arahannya Tegas

Ia pun menyoroti kurangnya informasi utuh yang diterima masyarakat terkait manfaat dan dampak teknologi KJA.

Menurutnya, KJA tidak berdampak negatif terhadap aktivitas nelayan, berbeda dengan usaha bagan yang kerap ditolak karena dianggap mengganggu jalur pelayaran dan mengurangi hasil tangkapan.

"Keramba Jaring Apung justru tidak menghambat keluar masuk perahu nelayan dan tidak merusak jalur pelayaran. Secara ekosistem pun lebih ramah," katanya.

Ia berharap tokoh-tokoh daerah yang memiliki latar belakang kuat di sektor kelautan dan perikanan, seperti mantan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan mantan Menteri KKP Susi Pudjiastuti bisa mengambil peran aktif dalam menjembatani pemahaman masyarakat terkait potensi KJA.

Sebagai solusi jangka panjang, Darsono mengusulkan penerapan teknologi KJA submersible keramba apung yang dapat tenggelam secara otomatis saat cuaca ekstrem dan kembali naik saat kondisi laut membaik.

"Penerapan teknologi KJA submersible bisa menjadi solusi jangka panjang untuk budidaya ikan laut yang lebih aman dan produktif," ucap Darsono. *

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved