Respons Dedi Mulyadi Soal Maraknya Pungli di Pantai saat Libur Lebaran, Beri Sindiran Keras
Dedi Mulyadi akhirnya buka suara terkait maraknya pungutan liar (pungli) di area tempat wisata seperti pantai di Jawa Barat saat musim libur Lebaran
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Ringkasan Berita:
- Teguran: Menanggapi keluhan wisatawan di Pantai Sayang Heulang yang dipatok tarif tidak resmi, Dedi Mulyadi menyindir perilaku tersebut sebagai "aksi bunuh diri" ekonomi.
- Kritikan: Gubernur mengingatkan warga di sekitar area wisata agar tidak hanya sibuk memungut biaya, tetapi juga harus bertanggung jawab dalam menjaga kebersihan dan keamanan.
- Tindakan Tegas: Pemprov Jabar dan Pemkab Garut mengimbau wisatawan untuk berani melaporkan atau memviralkan oknum pelaku pungli sebagai bukti penindakan.
TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi akhirnya buka suara terkait maraknya pungutan liar (pungli) di area tempat wisata di Jawa Barat khususnya saat musim libur Lebaran 2026.
Sebelumnya viral curhatan wisatawan asal Bandung, Rina (32) di Pantai Sayang Heulang atau pantai selatan Garut mengalami pungli.
Ia mengaku diminta membayar sejumlah uang di luar ketentuan resmi tanpa diberikan karcis atau bukti pembayaran.
"Di Sayang Heulang saya diminta Rp15 ribu untuk tiket masuk, lalu Rp5 ribu untuk parkir. Tapi saya disuruh bayar total Rp45 ribu. Saya bingung, itu dasar penarikannya apa. Tidak ada karcis juga," ujarnya kepada Tribunjabar.id, Jumat (27/3/2026).
Ia mengungkapkan kekesalannya karena kondisi di lokasi Pantai Sayang Heulang dinilai tidak sebanding dengan biaya yang harus dikeluarkan.
Baca juga: Raffi Ahmad Silaturahmi ke Dedi Mulyadi Naiki Helikopter Boyong Keluarga, Bakal Ada Proyek?
Wisatawan itu menyoroti fasilitas pantai yang seadanya bahkan banyak sampah karena minimnya kebersihan.
Terkait adanya pungli yang dialami wisawatan di tempat wisata di Jawa Barat itu, Dedi Mulyadi memberikan sindiran keras kepada masyarakat khsusunya para pelaku.
Hal ini diungkapkan Dedi Mulyadi dalam unggahan video terbarunya di Instagram, Sabtu (28/3/2026).
Respons Dedi Mulyadi
Pada momen libur lebaran, tempat-tempat wisata menjadi primadona dan panen dikunjungi masyarakat.
Mulai dari tempat wisata populer, gunung, perkebunan, pantai hingga pusat kuliner dan perbelanjaan.
Terkait hal ini, Dedi Mulyadi mengingatkan bahwa wisatawan yang berkunjung tempat wisata adalah tamu yang bisa jadi pembawa rezeki.
“Ingat orang datang itu bisa membawa rezeki. Karena orang datang membawa rezeki jangan mempersulit kedatangannya,” ujar Dedi Mulyadi.
Gubernur Jawa Barat itu menyinggung seringkali pengunjung dipersulit di perjalanan dan dipersulit masuk area wisata termasuk pantai karena pungli.
“Banyak sekali masyarakat di area pantai, sibuk sekali dengan pungutan yang pada akhirnya orang malas datang ke situ,” sambungnya.
Ia menegaskan adanya pungli tersebut membuat orang malas untuk datang, yang bisa mengakibatkan efek domino pada kemajuan ekonomi.
| Kakanwil Kemenag Jabar Apresiasi Dukungan KDM, Gubernur Jabar, terhadap Pelayanan Nikah di KUA |
|
|---|
| Selamatkan Aset Daerah, Eks Bioskop Cikuray Garut Kembali ke Jaswita Jabar Setelah 14 Tahun |
|
|---|
| ITB Tegaskan Komitmen Etika Kampus Setelah Video Lagu “Erika” Beredar Luas dan Viral |
|
|---|
| Ketua DPW NasDem Jawa Barat Bantah Isu Merger dengan Partai Gerindra: Tak Ada Pembicaraan |
|
|---|
| 4 Cara Dedi Mulyadi Tangani Banjir di Kabupaten Bandung: Tata Ruang Hingga Normalisasi Sungai |
|
|---|
