Berita Viral
Beredar Video Hoaks Dedi Mulyadi Bagi-bagi Motor Tebus Harga Murah, Terindikasi AI
Video Dedi Mulyadi bagi-bagi motor dengan tebus harga murah beredar di media sosial. Dedi Mulyadi tegaskan hoaks imbau masyarakat hati-hati penipuan.
Penulis: Hilda Rubiah | Editor: Hilda Rubiah
Ringkasan Berita:
- Klarifikasi Video Hoaks: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengonfirmasi bahwa video yang menampilkan dirinya menawarkan program "tebus motor murah" seharga Rp400.000 adalah penipuan dan hoaks.
- Analisis Penggunaan AI: Para warganet mengamati adanya ketidakwajaran dalam video tersebut, seperti suara yang berbeda dari aslinya serta kualitas visual yang mencurigakan.
- Panduan Verifikasi Konten: Artikel ini memberikan panduan cara membedakan konten asli dan buatan AI.
TRIBUNJABAR.ID - Sebuah video memperlihatkan video Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, viral di media sosial.
Dalam video tersebut, wajah Dedi Mulyadi terpampang sembari memperlihatkan motor di sebuah deller.
Ia mengimbau bahwa dirinya sedang mengadakan program tebus motor murah.
Ia menyebut bagi siapapun yang menemukan video tersebut mereka cukup mengirimkan biaya Rp400.000.
“Kalian cukup menebus Rp400.000 saja, surat-surat-surat lengkap, ini real ya pembayaran langsung ke admin saya, klik tombol WhatsApp di postingan ini untuk tebus motornya,” tuturnya.
Baca juga: Jadwal Dedi Mulyadi Hari Ini Safari Ramadhan di Cianjur, Hadirkan Komedian Sule hingga Ohang
Video tersebut dibagikan ulang oleh Dedi Mulyadi di instagram pribadinya, Senin (9/3/2026).
Lalu, Dedi Mulyadi mencantumkan dalam video tersebut tulisan hoaks.
Dalam keterangan Dedi Mulyadi juga mengimbau masyarakat bahwa video tersebut penipuan.
“Hati-hati penipuan !!!,” tulis Dedi Mulyadi singkat.
Wajah Dedi Mulyadi dalam video tersebut diduga diedit menggunakan artificial intelligence (AI).
Penipu diduga menggunakan wajah Dedi Mulyadi seolah-olah berbicara dan mengajak masyarakat untuk mengikuti program tersebut.
Tak sedikit warganet yang merasa prihatin wajah Gubernur Jawa Barat itu dijadikan objek penipuan.
Ada juga warganet yang merasa bisa membedakan suara asli dan palsu dari video editan tersebut.
Berikut beragam komentar warganet.
“Suaranya aja sudah beda”
“Ngeri AI euy....dipake naripu ayeuna mah”
“Waduh pa aji editan AI ku oknum...segera tertyduk pa gaskeun”
“Parahhh,” tulis beragam komentar warganet.
Baca juga: Indonesia Masuk 4 Besar Pengguna Internet Dunia, Hoaks dan Ujaran Kebencian Jadi Ancaman
Cara Bedakan Video yang Dibuat AI
Membedakan antara konten atau video yang dibuat oleh artificial intelligence (AI) dengan konten asli menjadi tantangan tersendiri seiring dengan semakin canggihnya teknologi.
Namun, ada beberapa teknik dan alat yang bisa Anda gunakan untuk melakukan verifikasi:
1. Perhatikan Detail Visual (Analisis Manual)
Meskipun AI sangat hebat, sering kali masih terdapat kesalahan kecil yang bisa kita kenali:
Ketidakkonsistenan pada Wajah: Perhatikan area mata, gigi, atau kedipan. Video AI terkadang memiliki kedipan mata yang tidak alami atau bayangan yang aneh di sekitar mulut saat berbicara.
Detail Tangan dan Jari: Ini adalah kelemahan umum AI. Sering kali jumlah jari tidak pas, bentuknya aneh, atau terlihat menyatu dengan benda lain.
Latar Belakang yang "Glitch": Perhatikan benda-benda di latar belakang. Jika ada garis yang melengkung secara tidak wajar atau objek yang tiba-tiba berubah bentuk saat kamera bergerak, itu bisa jadi indikasi AI.
Sinkronisasi Suara (Lipsync): Pada video deepfake, gerakan bibir terkadang tidak sepenuhnya selaras dengan suara atau emosi yang disampaikan.
2. Gunakan Teknologi Pendeteksi (Alat Bantu)
Banyak platform teknologi kini mengembangkan sistem untuk menandai konten AI secara otomatis.
Kamu bisa menggunakan aplikasi SynthID. Google memiliki teknologi bernama SynthID yang menyematkan tanda air digital (watermark) pada konten yang dihasilkan oleh model AI-nya.
Tanda ini tidak terlihat oleh mata manusia tetapi bisa dideteksi oleh mesin untuk memverifikasi apakah konten tersebut buatan AI atau bukan.
Metadata (C2PA): Periksa informasi di balik file tersebut. Banyak kamera dan alat pembuat konten kini mendukung standar C2PA yang mencatat "riwayat" sebuah gambar atau video, mulai dari pengambilan hingga penyuntingan.
Situs Pendeteksi AI: Anda bisa menggunakan alat bantu seperti Deepware Scanner atau Truepic untuk menganalisis keaslian sebuah video.
3. Verifikasi Konteks (Logika dan Fakta)
Cek Sumber: Apakah video tersebut diunggah oleh akun resmi atau sumber terpercaya?
Jika video tersebut menampilkan tokoh publik yang mengatakan hal-hal yang tidak lazim atau kontroversial, segera lakukan pencarian berita terkait.
Bandingkan dengan Berita Arus Utama: Di Jawa Barat, misalnya, jika muncul video gubernur memberikan pengumuman yang mencurigakan, segera cek di media sosial resmi atau situs pemerintah provinsi untuk memastikan kebenarannya.
4. Gunakan Pencarian Gambar Terbalik (Reverse Image Search)
Ambil tangkapan layar (screenshot) dari bagian video tersebut, lalu cari menggunakan Google Lens atau situs seperti TinEye. Ini membantu Anda menemukan sumber asli video tersebut atau melihat apakah video itu sudah pernah dilaporkan sebagai konten manipulasi.
| Viral Video Dugaan Premanisme di Ciamis, Ternyata Keribatan Dua Sopir di Tasikmalaya |
|
|---|
| Viral Kepulan Asap di Lokasi TPS Rancamanyar Bandung, Pengelola: Pembakaran Bukan di Sini Saja |
|
|---|
| Viral Overpass di Atas Tol Purbaleunyi Bandung Retak, Warga Khawatir meski Menteri PU Bilang Aman |
|
|---|
| Viral Dugaan Peredaran Uang Palsu di Cililin Bandung Barat, Polisi Lakukan Penyelidikan |
|
|---|
| Viral, Kisah Ibu di Rongga Urus Akta Kelahiran Anak Ditolak Dalih Sudah Tutup tapi Beres oleh Calo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Beredar-video-hoaks-Dedi-Mulyadi-bagi-bagi-motor-tebus-harga-murah.jpg)