PT LTI Tandatangani Pembiayaan Sindikasi Palapa Ring Paket Tengah
Setelah penandatanganan ini, tahap selanjutnya adalah penetapan tanggal efektif kontrak di awal September 2016 nanti
Penulis: Siti Fatimah | Editor: Dedy Herdiana
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Siti Fatimah
BANDUNG, TRIBUNJABAR.CO.ID - PT Len Industri (Persero) melalui anak perusahaannya, PT Len Telekomunikasi Indonesia (PT LTI), menandatangani Perjanjian Pembiayaan Sindikasi bersama dengan Kreditur Sindikasi untuk pembiayaan Proyek Palapa Ring Paket Tengah.
Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Utama PT LTI, R.W. Pantja Gelora dan Dirut (perwakilan) BNI , Dirut IIF (Indonesia Infrastructure Finance), Dirut PT SMI (Sarana Multi Infrastruktur) serta disaksikan oleh Menteri Kominfo Rudiantara, Dirut PT Len Industri Zakky Gamal Yasin, Dirut BP3TI, Dirut PT PII (Penjaminan Infrastruktur Indonesia) serta anggota Konsorsium Pandawa Lima lainnya.
Donny Gunawan Manager Komunikasi Korporasi PT Len Industri (Persero) mengatakan, PT LTI yang 51% sahamnya dimiliki oleh PT Len Industri merupakan Badan Usaha Pelaksana (BUP) bentukan Konsorsium Pandawa Lima selaku pemenang lelang Proyek Palapa Ring Paket Tengah. Saat ini PT LTI sedang melaksanakan pemenuhan pembiayaan (financial close) sebagai persyaratan untuk dimulainya proses konstruksi.
"Masuknya PT Len Industri dalam proyek ini semakin memperkuat posisinya di spektrum bisnis ICT (Information & Communication Technology)," katanya di Kantor PT Len Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Selasa (30/8/2016).
Bagi Len, katanya, proyek pembangunan infrastruktur backbone jaringan telekomunikasi ini juga akan membuka peluang bisnis di bidang ICT lainnya dengan memanfaatkan lebar pita mencapai 20 Mbps end-user.
Setelah penandatanganan ini, tahap selanjutnya adalah penetapan tanggal efektif kontrak di awal September 2016 nanti, selanjutnya peletakan batu pertama (ground breaking), dan kemudian barulah memulai pekerjaan konstruksi. Pekerjan pembangunan Sistem Komunikasi Serat Optik (SKSO), Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) dan microwave secara paralel dijadwalkan selesai dalam 18 bulan kedepan yang diakhiri dengan ditetapkannya tanggal operasional komersial (COD).
Proyek Palapa Ring Paket Tengah merupakan proyek Kerjasama Pemerintah Badan Usaha (KPBU) pertama dalam sektor telekomunikasi dengan menerapkan skema pembayaran ketersediaan layanan atau availability payment (AP) sebesar Rp 4 triliun yang dibayarkan secara berkala selama masa konsesi 15 tahun yang dijamin pembayarannya oleh Pemerintah melalui PT PII.
Skema AP diprakarsai oleh Kementerian Keuangan dengan sumber dana dari Dana Kontribusi Universal Service Obligation (USO) dan diatur dalam Peraturan Menkeu No.190/PMK.08/2015. Komponen biaya yang dapat dibayarkan oleh AP adalah biaya modal, biaya operasional, dan keuntungan wajar yang diinginkan oleh badan usaha. (tif)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/pt-lti-proyek-palapa-ring-paket-tengah_20160830_121548.jpg)