Selasa, 7 April 2026

Ramadhan 2026

Sambut Ramadhan dengan Saweran dan Botram: Emak-emak Terjun ke Kolam Berburu Uang di Kadungora

Warga Kampung Haur Kuning, Garut, menyambut Ramadan dengan tradisi gotong royong, botram, dan saweran.

Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
TRADISI MUNGGAHAN - Warga Kampung Haur Kuning RW 04, Desa Hegarsari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat menggelar tradisi botram dan saweran dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan, Rabu (18/2/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Warga Kampung Haur Kuning, Garut, menyambut Ramadan dengan tradisi gotong royong, botram, dan saweran
  • Kegiatan dimulai dengan aksi bersih-bersih lingkungan dan masjid, dilanjutkan makan nasi liwet bersama di atas daun pisang. 
  • Kemeriahan ditutup dengan tradisi saweran uang oleh tokoh masyarakat setempat, di mana warga berburu uang di kolam maupun halaman sebagai simbol syukur dan kebahagiaan.

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari 

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Warga Kampung Haur Kuning, Desa Hegarsari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat punya cara unik dalam menyambut Bulan Suci Ramadhan.

Tradisi munggahan ini dilakukan dengan acara saweran dan botram atau makan bersama sebagai bentuk syukur bisa dipertemukan kembali dengan bulan suci.

Sejak pagi buta, warga mulai dari bapak-bapak, emak-emak hingga pemuda dan pemudi berkumpul di halaman kampung dan sepanjang jalan lingkungan.

Mereka memulai rangkaian kegiatan dengan aksi bersih-bersih jalan perkampungan, pekarangan rumah hingga area sekitar masjid sebagai tanda kesiapan menyambut bulan suci.

Setiap warga memiliki tugas masing-masing, anak-anak dan remaja fokus membersihkan debu-debu di masjid, sedangkan para orangtua fokus di jalanan.

Di antara mereka juga menyiapkan masakan untuk nantinya disantap berbarengan usai melakukan aksi bersih-bersih.

pung Haur Kuning, Desa Hegarsari, Kecam
BOTRAM - Warga Kampung Haur Kuning, Desa Hegarsari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat menyambut Bulan Suci Ramadhan dengan acara saweran dan botram atau makan bersama.

Ketua RW 04 Haur Kuning, Roni, mengatakan tradisi tersebut terus dipertahankan sebagai warisan turun-temurun.

Ia menilai, di tengah kesibukan masing-masing, kebersamaan secara langsung seperti ini menjadi momen berharga untuk tetap saling merekatkan hidup gotong royong di kampung.

"Tujuannya ini untuk membersihkan sebelum kita melaksanakan ibadah puasa. Kita itu harus membersihkan dulu lahir dan batin dengan acara seperti begini," ujarnya, Rabu (18/2/2026).

Ia menuturkan, usai membersihkan lingkungan dan masjid, warga kemudian menikmati hidangan nasi liwet lengkap dengan lauk ayam, ikan, tahu, tempe, serta aneka sayuran.

Santapan tersebut digelar memanjang di atas daun pisang yang dibentangkan di jalan kampung, sementara warga duduk berjejer menyantapnya.

"Tradisi yang digelar setiap tahun ini bukan sekadar hiburan, melainkan sarana mempererat silaturahmi memperkokoh gotong royong," ungkapnya.

Menjelang petang, rangkaian kegiatan ditutup dengan tradisi saweran yang dipimpin oleh Tatang, tokoh masyarakat sekaligus dermawan Kampung Haur Kuning.

Saweran dimulai saat emak-emak menceburkan diri ke kolam untuk berburu uang yang ditebar, sementara sang dermawan juga melemparkan lembaran uang dari atas rumah kepada warga yang berkumpul. Nominalnya beragam, mulai dari Rp5.000 hingga Rp100.000.

"Semoga kita semua senantiasa diberikan keberkahan dengan silaturahmi ini dan kebersamaan ini, mudah-mudahan ibadah puasa kita lancar," ujar Tatang.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved