Senin, 8 Juni 2026

Viral Jalan Rusak di Garut

Dedi Mulyadi Pastikan Kades di Panggalih Garut Segera Diaudit

Dedi Mulyadi memastikan kades di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, yang keluarganya mengintimidasi warga segera diaudit.

Tayang:
Penulis: Rheina Sukmawati | Editor: Rheina Sukmawati
TikTok @dedimulyadiofficial
TEMUI WARGA - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menemui Holis Muhlisin (31), warga Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut ke Lembur Pakuan, Subang pada Selasa (6/1/2026). Holis menjadi sorotan setelah video diintimidasi keluarga kepala desa viral di media sosial. 
Ringkasan Berita:
  • Audit Dana Desa: Dedi Mulyadi memastikan Kades Panggalih, Garut, akan diaudit menyusul aksi intimidasi keluarganya terhadap warga yang mengkritik infrastruktur.
  • Perbaikan Jalan: Pemprov Jabar akan berkoordinasi untuk memperbaiki jalan desa dan provinsi di Cisewu, Garut, dengan target tuntas pada April 2026.
  • Penghijauan: Selain memperbaiki jalan, Dedi Mulyadi merencanakan program penghijauan di Cisewu sebagai bagian dari penataan lingkungan.

TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan kepala desa (kades) di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, yang keluarganya mengintimidasi warga segera menjalani audit terkait dana desa.

Kasus keluarga kades mengintimidasi warga di Garut masih terus menjadi perhatian publik.

Korbannya adalah Holis Muhlisin (31), pedagang telur di Kampung Babakangadoh RT01 RW06, Desa Panggalih, yang kerap membuat video terkait pembangunan dan infrastruktur desa di akun Facebook miliknya.

Hal tersebut kemudian membuat dirinya mendapatkan intimidasi keluarga kades pada 27 Oktober 2025.

Dalam video yang ia bagikan, Holis Muhlisin mendapatkan makian hingga bajunya ditarik oleh salah satu orang.

Video tersebut pun viral di media sosial hingga mendapatkan perhatian dari berbagai kalangan.

Dedi Mulyadi pun mengundang Holis Muhlisin secara langsung ke kediamannya di Lembur Pakuan, Subang, sebagaimana diunggah di akun TikTok pribadinya, Selasa (6/1/2026).

INTIMIDASI - Sosok Holis Muhlisin seorang pedagang telur jadi korban intimidasi keluarga kepala desa usai unggah kondisi jalan rusak di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
INTIMIDASI - Sosok Holis Muhlisin seorang pedagang telur jadi korban intimidasi keluarga kepala desa usai unggah kondisi jalan rusak di Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat. (Istimewa/Dok Holis Muhlisin)

Baca juga: Kisah Holis Pedagang Telur Garut yang Viral Diintimidasi: Kritik Jalan Rusak dan Dibela Dedi Mulyadi

Dalam kesempatan tersebut, Dedi Mulyadi memastikan bahwa kades yang bersangkutan akan segera menjalani audit atau pemeriksaan.

"Audit desa akan segera dilakukan," ucap Dedi Mulyadi dalam videonya.

Dedi Mulyadi juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) akan segera berkoordinasi dengan desa terkait pembangunan jalan.

"Jalan desa yang belum dibangun akan dikoordinasikan oleh Pemprov Jabar dan desa. Jalan provinsi juga segera dibangun," kata Dedi Mulyadi.

Mantan Bupati Purwakarta itu juga akan segera meminta Pemerintah Kabupaten Garut  untuk mengalokasikan dana pembangunan jalan di Kecamatan Cisewu.

"Selanjutnya, berjualan telurnya harus lancar," tutur Dedi Mulyadi pada Holis Muhlisin.

Dedi Mulyadi menargetkan perbaikan jalan di wilayah-wilayah tersebut tuntas pada April 2026.

Selain program perbaikan jalan, Dedi Mulyadi juga mengusung program penghijauan di wilayah Tiwu Genteng, Cisewu.

Kronologi Kejadian

Sebelumnya, Holis Muhlisin menjelaskan,  peristiwa tersebut bermula saat dirinya hendak bertemu dengan seseorang di wilayah desanya untuk membicarakan urusan akun Facebook.

Namun, singkat cerita pertemuan itu ternyata dilakukan di halaman rumah sang kepala desa yakni di Kampung Pasircamat.

INTIMIDASI - Holis Muhlisin (38) warga Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga mendapatkan intimidasi dari keluarga kepala desa setelah menggunggah video kerusakan jalan. Peristiwa tersebut terjadi tanggal 27 Oktober 2025.
INTIMIDASI - Holis Muhlisin (38) warga Desa Panggalih, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, Jawa Barat, diduga mendapatkan intimidasi dari keluarga kepala desa setelah menggunggah video kerusakan jalan. Peristiwa tersebut terjadi tanggal 27 Oktober 2025. (Holis Muhlisin/tangkapan layar)

"Padahal urusan saya dengan teman soal akun Facebook palsu sudah selesai, tapi tiba-tiba ada beberapa keluarga kepala desa yang mengintimidasi saya," ungkapnya.

Intimidasi itu ucapnya, dilakukan oleh empat orang, yakni istri kepala desa, anak kepala desa, menantu kepala desa, serta keponakan kepala desa.

Holis mengaku sempat mendapatkan kekerasan berupa cekikan di leher dan pukulan di punggungnya.

"Saya sebagai korban tidak enak, digituin sama orang lain. Saya melakukan (posting video) untuk kemajuan desa," ucapnya. 

Ia juga mengaku sempat dipanggil oleh Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Panggalih untuk mengklarifikasi unggahannya di Facebook soal jalan rusak.

Baca juga: Fakta-fakta Keluarga Kades Intimidasi Warga di Garut, Teguran Dedi Mulyadi hingga Audit Inspektorat

Dalam pertemuan tersebut, kata Holis, BPD mengingatkan dirinya agar mengkritik secara santun dengan tidak menyebutkan nama desa.

"Sebetulnya saya juga takut pas upload, tapi saya ingat kata Pak Gubernur agar mengunggah pembangunan di desa," tandasnya.

Audit oleh Inspektorat

Sementara itu, Wakil Bupati Garut Putri Karlina menerjunkan inspektorat untuk memeriksa kades yang keluarganya viral mengintimidasi Holis Muhlisin.

"Saya sudah menghubungi Pak Inspektur dari Inspektorat untuk segera datang ke desa mengaudit seperti yang teman-teman minta," ucap Putri Karlina dalam unggahan Instagram resminya, Sabtu (3/1/2026) malam.

Menurut Putri karlina, langkah ini pihaknya ambil sebagai upaya memberikan informasi berimbang kepada masyarakat.

"Mengaudit bukan untuk mencelakakan kepala desa, tetapi untuk memberikan informasi berimbang," tutur Putri Karlina.

"Kalau memang misalnya di desa itu ada pembangunan dan dana desa berjalan sesuai dengan kebutuhan, maka seharusnya Pak Kades tidak perlu takut kalau akan diaudit," sambung dia.

Putri Karlina juga akan membeberkan informasi terkait aliran dana desa, termasuk kepada pihak yang mempertanyakannya.

"Kita harus memberikan informasi ke mana sih dana desa yang dikeluhkan katanya enggak ada pembangunan itu. Mungkin nanti Aa yang mengkontenkan itu juga harus tahu informasinya," ucap Putri Karlina.

"Jadi, kalau inspektorat sudah ada hasilnya, akan saya coba jelaskan kalau memang di desa itu ternyata ada atau tidak ada pembangunan, ke mana kah dana desanya berada," jelas dia.

Bupati Ingin Damai

Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, meminta konflik keluarga kepala desa dengan seorang warga pedagang telur bisa berakhir dengan damai.

"Kita sudah panggil camat untuk memediasi, saya berharap mereka ada islah, karena keduanya memiliki kepedulian yang sama," ujar Syakur kepada Tribunjabar.id, Senin (5/1/2025).

Ia menuturkan sejak setahun ini Pemkab Garut sudah memprediksi adanya potensi masalah, yaitu kebutuhan pembangunan jalan yang mendesak di wilayah Cisewu.

Tahun ini Pemkab Garut sudah menyediakan anggaran perbaikan jalan di wilayah Kecamatan Cisewu termasuk wilayah Desa Panggalih.

"Kita dari anggaran 2026 ini sudah disiapkan untuk melakukan perbaikan," ungkapnya.

Syakur menjelaskan keluhan masyarakat terkait kondisi jalan di wilayah Desa Panggalih disampaikan seorang melalui media sosial.

Namun diduga karena cara penyampaiannya dinilai kurang berkenan, hal itu kemudian memicu reaksi berlebihan dari pihak keluarga.

"Menurut saya reaksi dari keluarga (kades) ini berlebihan," ucapnya.

(Tribunjabar.id/Rheina, Sidqi Al Ghifari)

Baca berita Tribunjabar.id lainnya di Google News.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved