Sabtu, 25 April 2026

Gelar Pindar Mengajar, Industri Pindar Tingkatkan Pengelolaan Risiko dan Literasi Publik

Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyelenggarakan rangkaian program ‘Pindar Mengajar

Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok AFPI
PINDAR MENGAJAR - Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) menyelenggarakan rangkaian program ‘Pindar Mengajar. 

Mahasiswa juga akan mendapatkan materi mengenai cara membedakan Pindar yang legal dengan pinjaman online (pinjol) ilegal. 

Harapannya, mahasiswa turut mengambil peran strategis sebagai agen perubahan dan edukator literasi di lingkungan sekitarnya.

Dengan literasi yang tepat, mahasiswa tidak hanya mampu mengambil keputusan finansial secara bijak untuk dirinya sendiri, tetapi juga berperan aktif menyebarkan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang sehat, pinjaman yang bertanggung jawab, dan waspada pinjol ilegal kepada komunitasnya.

Sementara itu, melalui Media Roadshow, AFPI bertujuan memperkuat pemahaman media daerah mengenai industri Pindar yang berizin dan diawasi OJK, mendorong penyebaran informasi yang akurat dan edukatif kepada masyarakat, membangun kolaborasi jangka panjang antara industri dan media dalam perlindungan konsumen, serta meningkatkan kewaspadaan publik terhadap praktik pinjaman online ilegal.

CEO KrediOne Kuseryansyah mengungkapkan KrediOne meyakini bahwa kepercayaan publik dibangun tidak hanya melalui inovasi teknologi, tetapi juga melalui komunikasi yang humanis serta berorientasi pada layanan dan perlindungan konsumen.

“Media memiliki peran strategis sebagai jembatan informasi antara industri dan masyarakat. Melalui kolaborasi yang konstruktif bersama AFPI dan rekan-rekan media, kami berharap pesan mengenai pentingnya penggunaan layanan pinjaman daring yang legal, bijak, dan bertanggung jawab dapat tersampaikan secara lebih luas dan berkualitas,” ujarnya.

Senada, Direktur Kepatuhan Singa Fintech Faisal Murtadho menyatakan Singa menempatkan literasi keuangan sebagai fondasi utama dalam mendorong pemahaman masyarakat agar menggunakan produk keuangan digital secara bijak dan berkelanjutan. 

“Dalam mewujudkan hal tersebut, Singa juga mengoptimalkan pemanfaatan teknologi sebagai enabler untuk menghadirkan proses yang lebih efisien, terstruktur, serta relevan dengan kebutuhan pengguna tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian,” ujarnya.

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved