Senin, 13 April 2026

Waspada 5 Modus Penipuan Online Terbanyak di Jabar, Ratusan Orang Jadi Korbannya Tiap Hari

Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), setiap harinya terjadi sekitar 700-800 penipuan online di Indonesia.

Istimewa
ILUSTRASI TRANSAKSI DIGITAL - Ratusan orang jadi korban penipuan transaksi online setiap harinya di Indonesia. 

TRIBUNJABAR.ID - Ratusan orang jadi korban penipuan transaksi online setiap harinya di Indonesia.

Transaksi online sendiri merupakan proses transaksi yang sepenuhnya dilakukan melalui jraingan internet. Tak seperti transaksi konvensional, transaksi online memungkinkan aktivitas jual beli hingga pembayarannya dilakukan secara digital.

Menjadi bagian hidup sehari-hari, ancaman penipuan transaksi online pun semakin marak.

Berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), setiap harinya terjadi sekitar 700-800 penipuan online di Indonesia.

Baca juga: Geger, Pria di Tangerang Ngaku Jadi Anggota TNI Lancarkan Penipuan dan Penggelapan, Diciduk Polisi

Total kerugian akibat penipuan tersebut pun, menurut Indonesia Anti-Scam Center (IASC), mencapai Rp 4,6 triliun sepanjang November 2024 hingga Agustus 2025.

Masyarakat di Jawa Barat pun menghadapi risiko digital, dari penipuan, penyalahgunaan akun, hingga crowfunding palsu.

Untuk mengantisipasinya, DANA menghadirkan Posko Bantuan Keliling di sejumlah titik di Jawa Barat, termasuk Bogor (Parkiran Grand Central Bogor), Bekasi (Taman Hutan Kota), Bandung (Taman Musik), Cirebon (Alun-alun Kejaksaan Cirebon) serta Banten tepatnya di Tangerang (Taman Kota 1 BSD) sepanjang bulan September. 

Layanan tersebut untuk memfasilitasi pelaporan kendala transaksi hingga memberikan edukasi keamanan digital untuk masyarakat.

Ini lima modus kejahatan digital yang paling sering ditemui di Jawa BArat dan Banten berdasarkan data dari DANA:

Baca juga: Waspada Penipuan Online Atas Nama BRI di Media Sosial! Begini Cara Antisipasinya

1. Akun Diambil Alih Penipu

Modus ini terjadi ketika pelaku berhasil menguasai akun digital korban, mulai dari media sosial hingga dompet digital, yang biasanya dilakukan lewat phishing, malware, atau kebocoran data.

Pelaku kemudian mengganti kata sandi dan mengambil kendali penuh atas akun. Korban bisa mengalami kerugian finansial maupun penyalahgunaan identitas. 
Maka, penting untuk selalu berhati-hati mengklik tautan, memeriksa keaslian situs, menggunakan kata sandi berbeda di tiap akun, serta aktifkan keamanan berlapis. 

DANA memiliki fitur Scam Checker untuk membantu pengguna belajar mengenali tautan atau akun mencurigakan, sekaligus memahami cara menjaga keamanan transaksi secara praktis. 

2. Transaksi Palsu Pakai Bukti Transfer 

Modus transaksi bodong terjadi ketika pelaku mengirim bukti transfer atau resi palsu untuk mendesak pembayaran. 

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved