Simak 7 Tips dan Strategi Keuangan Keluarga Berikut Ini Agar Double Income Optimal

Memiliki dua sumber penghasilan dalam rumah tangga kerap dianggap sebagai solusi untuk memperkuat kondisi finansial keluarga.

Penulis: Nappisah | Editor: Kemal Setia Permana

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Memiliki dua sumber penghasilan dalam rumah tangga kerap dianggap sebagai solusi untuk memperkuat kondisi finansial keluarga.

Namun, tanpa perencanaan yang matang, justru bisa menimbulkan masalah baru, mulai dari pemborosan hingga konflik prioritas keuangan.

Karena itu, mengatur double income bukan hanya soal membagi beban, melainkan tentang membangun sinergi finansial yang sehat. Keterbukaan antara pasangan, penentuan tujuan jangka pendek dan panjang, serta disiplin dalam mengelola arus kas menjadi kunci agar pendapatan ganda benar-benar memberikan manfaat optimal.

Prof Dr Farida Titik Kristanti, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Telkom University, mengatakan mengelola keuangan rumah tangga dengan dua sumber penghasilan bukan hanya soal membagi beban, tetapi juga tentang membangun sinergi finansial yang sehat dan berkelanjutan. 

Baca juga: BREAKING NEWS: Petugas Kejaksaan Geledah Kantor BUMD Kabupaten Bandung PT BDS

Di Indonesia, kata dia, di mana peran gender dan budaya masih memengaruhi cara keluarga mengelola uang, pendekatan yang inklusif dan terbuka menjadi sangat penting.

1. Dialog dan Kesepakatan sebagai Fondasi

Pasangan perlu membangun komunikasi yang jujur dan setara. Dalam konteks budaya kita, sering kali perempuan enggan membahas keuangan secara terbuka.

"Padahal, kesepakatan tentang alokasi pengeluaran, tabungan, dan investasi justru memperkuat kepercayaan dan menghindari konflik di kemudian hari," kataya, kepada Tribunjabar.id, Rabu (20/8/2025). 

2. Literasi Keuangan Keluarga

Double income seharusnya menjadi momentum untuk meningkatkan literasi keuangan keluarga.

Prof Farida menyebut, memahami konsep cash flow, aset, liabilitas, dan risiko adalah bekal penting agar keputusan finansial tidak hanya intuitif, tetapi juga berbasis pengetahuan.

3. Tujuan Bersama dan Ruang Pribadi

Penting untuk menetapkan tujuan bersama seperti dana pendidikan anak, rumah, atau pensiun namun tetap memberi ruang bagi masing-masing untuk mengelola sebagian penghasilannya secara mandiri. Menurutnya, ini menjaga keseimbangan antara kolektivitas dan otonomi.

4. Proteksi dan Ketahanan Finansial

Sumber: Tribun Jabar
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved