Gass Mudik Tribun Jabar 2026
Dapat Rp1,4 Juta dari Pemprov Jabar, Penarik Becak Cirebon Rela Libur selama Arus Mudik Lebaran
Sebanyak 20 penarik becak di Pasar Minggu, Kabupaten Cirebon menerima kompensasi Rp1,4 juta dari Gubernur Jawa Barat.
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 20 penarik becak di Pasar Minggu, Kabupaten Cirebon menerima kompensasi Rp1,4 juta dari Gubernur Jawa Barat.
- Bantuan itu diberikan agar mereka tidak beroperasi selama H-7 hingga H+7 Idulfitri demi mengurangi kepadatan arus mudik.
- Para pengemudi becak mengaku siap mematuhi kebijakan tersebut karena nilai kompensasi lebih besar dari penghasilan harian mereka.
TRIBUNJABAR.ID, CIREBON – Menjelang arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 H, sejumlah penarik becak di Kabupaten Cirebon mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Sebanyak 20 pengemudi becak yang biasa mangkal di kawasan Pasar Minggu menerima bantuan kompensasi sebagai pengganti pendapatan selama mereka tidak bekerja sementara waktu.
Kompensasi tersebut diberikan langsung oleh Gubernur Jawa Barat agar para pengemudi becak tidak beroperasi selama masa padat lalu lintas Lebaran. Kebijakan ini dimaksudkan untuk membantu mengurai potensi kepadatan kendaraan di jalur mudik.
Salah satu penerima bantuan itu adalah Taslim, penarik becak yang sehari-hari mencari penumpang di kawasan tersebut. Ia mengaku bersyukur karena baru kali ini dirinya bersama rekan-rekan sesama pengemudi becak mendapatkan bantuan semacam itu.
"Kami ada 20 orang yang menerima kompensasi dari Pak Gubernur. Baru tahun ini dapat," ujarnya dilansir Diskominfo Jabar, 14 Maret 2026.
Taslim mengatakan dirinya bersama pengemudi lainnya siap mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan pemerintah daerah. Mereka diminta menghentikan aktivitas menarik penumpang selama masa H-7 hingga H+7 Idulfitri, yang berarti selama dua pekan penuh tidak beroperasi di area Pasar Baru, Kabupaten Cirebon.
"Terimakasih, kami akan mematuhi karena sudah menerima kompensasinya. Uang kompensasi untuk bayar zakat fitrah dan membeli baju anak," kata dia.
Menurut Taslim, jumlah bantuan yang diberikan pemerintah provinsi bahkan lebih besar dibandingkan penghasilan yang biasanya ia dapatkan dari mengayuh becak setiap hari. Dalam kondisi normal, ia menyebut rata-rata pendapatannya hanya sekitar Rp50 ribu per hari.
Pendapatan tersebut juga tidak selalu stabil. Ketika situasi sedang sepi penumpang, ia mengaku pernah pulang tanpa membawa uang sama sekali karena tidak mendapatkan penumpang sepanjang hari.
Di sisi lain, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan bahwa kompensasi tersebut memang disiapkan bagi para pengemudi angkutan tradisional agar mereka tidak beroperasi selama masa arus mudik dan arus balik Lebaran. Selain becak, bantuan itu juga diberikan kepada pengemudi angkot serta kusir delman.
Kebijakan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk mengurangi potensi kemacetan di sejumlah jalur utama mudik yang melintasi wilayah Jawa Barat.
"Sebanyak 5.000 pengemudi angkot, becak dan delman mendapatkan kompensasi sebesar Rp1,4 juta per orang," ujarnya.
Langkah yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini mendapat respons positif dari pemerintah pusat. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyampaikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan Gubernur Dedi Mulyadi dalam mengatur kelancaran arus mudik melalui pendekatan tersebut.
Menurutnya, kebijakan itu tidak hanya membantu mengurai kepadatan kendaraan, tetapi juga memberikan dukungan ekonomi kepada para pengemudi angkutan tradisional yang biasanya tetap bekerja saat musim mudik.
"Selain memperlancar arus, juga membantu pengemudi becak untuk menghadapi Idulfitri. Saya mengimbau kepada wilayah lain untuk bisa mengikuti cara Gubernur Jabar ini," tambahnya.
| Arus Balik Sukabumi Memuncak! 21 Ribu Kendaraan Serbu Exit Tol Parungkuda |
|
|---|
| Panen Cuan di Pantai Madasari! Bisnis Sewa Tenda Camping Tembus Rp 157 Juta Selama Libur Lebaran |
|
|---|
| 3 Jam Hujan Tak Reda, Jalur Jatinangor-Tanjungsari Lumpuh, 50 Lampu Jalan Mati Bahayakan Pemudik |
|
|---|
| Jalur Gentong Macet! Polres Tasikmalaya Kota Belum Terapkan One Way tapi Pagar Betis di Pamoyanan |
|
|---|
| Beda Jauh dengan Pekan Lalu! Lembang Sepi Sore Ini, Kapolres Cimahi Sebut Arus Lalu Lintas Lengang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Sebanyak-20-penarik-becak-di-Pasar-Min.jpg)