Persib Bandung Juara
Player Coach Persib Ungkap Perjalanan Maung Bandung yang Tak Selalu Mulus tapi Berakhir Juara
Tim ini kerap menghadapi tantangan besar, termasuk momen-momen di mana mereka tertinggal lebih dahulu dalam pertandingan.
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Persib Bandung sukses mencatatkan namanya dalam sejarah sebagai salah satu tim elit di kancah sepak bola Indonesia.
Klub berjuluk Maung Bandung ini berhasil meraih gelar juara BRI Liga 1 2024/25, menjadikan mereka sebagai satu dari dua tim yang pernah menggondol gelar juara dua musim berturut-turut.
Sebelumnya, prestasi serupa juga ditorehkan oleh Bali United FC pada musim 2019 dan 2021/22.
Kesuksesan Persib memastikan gelar ini tak lepas dari terpelesetnya pesaing terdekat mereka, Persebaya Surabaya, yang hanya mampu bermain imbang 3-3 melawan Persik Kediri.
Pertandingan yang digelar pada Senin (5/5/2025) di Stadion Brawijaya itu menjadi momen penentu bagi Maung Bandung untuk mengunci gelar juara.
Achmad Jufriyanto, pemain senior Persib, menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah hasil dari konsistensi yang luar biasa. Ia memuji bagaimana timnya tetap mampu bertahan di puncak meskipun sering tampil tanpa kekuatan penuh.
Diketahui Achmad Jufriyanto memiliki peran ganda di Persib selain menjaga lini belakang tim. Ia juga memiliki peran sebagai sosok pemain yang membantu tim pelatih untuk menjelaskan kepada pemain lainnya, yang ia sebut sebagai sebagai player coach.
“Ini buah dari konsistensi dari sebuah tim. Kalau kita lihat daripada pesaing kita sepanjang musim ini. Saya melihatnya Persib paling konsisten. Bagaimana kita di putaran pertama, putaran kedua, itu menjadi kunci kita, anak-anak senang semua, luar biasa,” ungkap Jufriyanto dengan penuh kebanggaan, dilansir laman liga.
Dalam sejarah sepak bola Indonesia, tak banyak klub yang mampu menorehkan prestasi seperti ini. Persib Bandung membuktikan diri sebagai tim besar yang mampu mencetak rekor gemilang.
Saat ini, mereka telah mengoleksi empat trofi liga, jumlah yang hanya bisa disaingi oleh Persipura Jayapura sebagai pemegang gelar terbanyak.
“Tidak semua tim di Indonesia bisa back to back, kita salah satunya. Berat, buat jadi back to back berat sekali, tahun ini kita buktikan semua berjuang luar biasa,” tambah Jufriyanto, yang akrab disapa Jupe.
Perjalanan Persib menuju gelar juara tidak selalu mulus. Tim ini kerap menghadapi tantangan besar, termasuk momen-momen di mana mereka tertinggal lebih dahulu dalam pertandingan.
Namun, kemampuan mereka untuk bangkit dan menghindari kekalahan menjadi bukti ketangguhan mental para pemainnya.
“Kita berjuang mulai dari persiapan pre season di Piala Presiden yang memang tidak maksimal, kita harus terbentur dengan ACL (AFC Champions League), masa recovery yang sulit buat kita, terbang jauh, kita bisa membuktikan bahwa kita memiliki mental yang luar biasa untuk bisa jadi juara di tahun ini,” jelas Jupe, mengungkapkan perjuangan berat yang telah dilalui tim.
Keberhasilan ini sekaligus menjadi hadiah istimewa bagi para Bobotoh, suporter setia Persib, yang tak pernah lelah mendukung tim kebanggaannya. Dengan gelar juara yang kembali diraih, Maung Bandung semakin memantapkan posisinya sebagai simbol kejayaan sepak bola Jawa Barat dan Indonesia.
| Gambar Ridwan Kamil Dibawa Bobotoh saat Konvoi Persib Juara tapi Tulisannya Menohok: Sibuk Sareng Nu |
|
|---|
| Kakang Rudianto Kagum dengan Pelatih Persib Bojan Hodak, Bobotoh Juga Disenggol Pemain Cianjur Ini |
|
|---|
| Sejumlah Persib Legend Ikut Hadir di Konvoi Persib Juara di Gedung Sate, Termasuk Indra Tohir |
|
|---|
| Momen Dedi Mulyadi Naik ke Atas Mobil Kibarkan Bendera Besar Persib, Lemparkan Jersey ke Bobotoh |
|
|---|
| Momentum 4 Pemain Persib Bicara soal Konvoi dan Perayaan Juara: Keakraban di Balai Kota Bandung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Bek-sekaligus-Player-Coach-Persib-Achmad-Jufriyanto.jpg)