Jumat, 1 Mei 2026

Target Panen 1,8 Juta Ton Padi, Indramayu Jadi Andalan Jabar Untuk Program Ketahanan Pangan

Sekda Jabar mengapresiasi hasil panen di Kabupaten Indramayu dengan capaian produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 1,5 juta ton per tahun. 

Tayang:
Penulis: Handhika Rahman | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Tribun Jabar/Handika Rahman
Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman saat rakor Program Percepatan Optimalisasi Pencapaian Indikator Makro Pembangunan di Ruang Ki Tinggi Setda Indramayu, Rabu (3/7/2024). 

TRIBUNJABAR.COM, INDRAMAYU - Kabupaten Indramayu menjadi andalan Pemprov Jabar untuk memenuhi program ketahanan pangan.

Pemprov Jabar pun memberikan dukungan penuh agar target produksi padi 1,8 juta ton pada tahun 2024 dapat tercapai.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman saat rakor Program Percepatan Optimalisasi Pencapaian Indikator Makro Pembangunan di Ruang Ki Tinggi Setda Indramayu, Rabu (3/7/2024).

Pada kesempatan itu, Herman pun mengapresiasi hasil panen di Kabupaten Indramayu dengan capaian produksi gabah kering giling (GKG) mencapai 1,5 juta ton per tahun. 

Hasil tersebut bahkan yang tertinggi di Jawa Barat bahkan nasional.

“Diharapkan pada tahun 2024 ini dapat meningkatkan produksi GKG sampai 1,8 juta ton,” ujar dia.

Dalam hal ini, Pemprov Jabar juga memberikan bantuan pompanisasi untuk petani.

Herman bahkan memonitoring langsung penyaluran pompanisasi tersebut, salah satunya di Kecamatan Bangodua.

Program ini, lanjut dia, bisa terealisasi berkat kerjasama dengan Kementerian Pertanian RI.

Ia pun menilai, dengan pompanisasi, target 1,8 juta ton padi bukan hal yang mustahil bisa dicapai petani Indramayu.

Lanjut Herman, dengan ketahanan pangan yang kuat dan pengendalian inflasi yang efektif, Indramayu dapat memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Jabar.

“Barusan kita sudah berkomitmen untuk membangun Indramayu agar Jabar bisa maju. Indramayu maju, Jabar maju,” ujar dia.

Di sisi lain, dalam rakor tersebut, Sekda Herman juga membahas banyak hal penting dengan Bupati dan jajaran birokrasi Pemkab Indramayu, mulai dari Sekda, Staf Ahli, Asisten Daerah, Kepala Perangkat Daerah, sampai para Camat dan Kepala Desa.

Selain ketahanan pangan dan inflasi, Herman juga menekankan pentingnya upaya menurunkan angka kemiskinan, angka pengangguran terbuka, dan mengatasi stunting. 

Herman berharap Indramayu mampu menjadi pelopor dalam mewujudkan zero new stunting atau tidak ada kasus stunting baru.

Sumber: Tribun Cirebon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved