Rabu, 8 April 2026

Pemilu 2024

Soal Potensi Konflik Pemilu, Polda Jabar Siapkan Back Up, Minta Narasi Cooling System Hadapi Hoaks

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan potensi konflik di Jawa Barat menjelang Pemilu 2024 dapat dipicu beragam hal.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/KIKI ANDRIANA
Kombes Pol Ibrahim Tompo, Kabid Humas Polda Jawa Barat saat diwawancara TribunJabar.id, di Markas Brigade Mobil (Brimob) Polda Jabar, di Desa Sayang, Jatinangor, Sumedang, Selasa (31/10/2023). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo mengatakan potensi konflik di Jawa Barat menjelang Pemilu 2024 dapat dipicu beragam hal.

Namun sejauh ini, Polda memerinci ada tiga yang diantisipasi.

Yaitu, berita bohong, Kamtibmas, dan kelompok masyarakat yang punya persoalan sosial.

Polda telah menyiapkan personel berikut tata pengamanannya untk menghadapi situasi tersebut. Ibrahim berharap situasi aman menjelang Pemilu 2024 bisa tetap terjaga.

Untuk penanganan berita bohong, Bidang Humas Polda Jabar telah melakukan deklarasi damai dengan pemimpin redaksi (Pemred) berbagai media di Jawa Barat.

Baca juga: Polda Jabar Deklarasikan Pemilu Damai 2024 di Sumedang, Gandeng Semua Pemred Media di Jawa Barat

"Pilar demokrasi salah satunya adalah media. Kami berharap informasi publik saat Pemilu, punya narasi yang cooling system dan menyegarkan, tidak memprovokasi masyarakat," kata Ibrahim di Markas Brimob, Jatinangor, Sumedang, Selasa (31/10/2023).

Lebih jauhnya, media diharapkan jadi jadi pihak yang menyeimbangkan narasi kurang sehat yang kemudian menjadi narasi yang dapat diterima oleh masyarakat.

"Kondisi berita hoaks, kamtibmas, dan masyarakat yang punya masalah sosial memang yang kita hadapi saat ini,"

"Kita analisa dan lakukan penyiapan program pengamanan,"

"Konstentrasi kita, menyelenggarakan tahapan Pemilu tanpa ada masalah kamtibmas," katanya.

Ibrahim menjelaskan, dalam pelaksanaannya, Polres di tiap daerah menjadi ujung tombak.

Baca juga: Siap-siap KPU Kota Bandung Bakal Rekrut 50 Ribuan Anggota KPPS untuk Pemilu 2024

Namun, Polda Jabar menyiapkan sistem back-up.

"Yang dikedepankan adalah satuan kewilayahan, pada polres, namun ada sistem back-up personel," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved