Kamis, 7 Mei 2026

Mengerikan Jika Meledak di Kerumunan Massa, Ini Dia Penampakan Bom Panci Teroris di Boyolali

Penemuan bom panci yang dibuat oleh para teroris ini berbahan paku payung, pecahan besi dan serpihan kaca!

Tayang:
TribunStyle/kolase, TribunSolo.com
Penampakan bom panci dan sejumlah barang yang disita oleh Densus 88 Antiteror saat menggeledah rumah terduga teroris berinisal S di Banyudono, Boyolali, Jumat (4/8/2023). Bom inilah juga digunakan oleh pelaku bom bunuh diri di polsek Astana Anyar. 

TRIBUNJABAR.ID - Densus 88 berhasil mengamankan sejumlah teroris dan bom panci dari salah satu tempat di Boyolali. 

Teroris yang diamankan berasal dari Sukoharjo dan Boyolali yang diketahui sedang membuat bom panci berisi paku payung, besi dan kaca.

Penemuan bom panci yang dibuat oleh para teroris ini berbahan paku payung, pecahan besi dan serpihan kaca!

Bisa dibayangkan sungguh mengerikan dampaknya jika bom panci tersebut meledak di tengah keramaian.

Bom panci ini diduga memiliki daya ledak tinggi. Jika bom tersebut meledak, maka tubuh yang terkena bisa koyak.

Hal ini dijelaskan Karopenmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan

Brigjen Ahmad mengatakan selain panci juga ada alat elektronik, bahan kimia, dan alat lain yang digunakan untuk merakit bom. 

Menurut Ahmad Ramadhan, dalam merakit bom panci ini, terduga teroris ini juga memasukan rangkaian elektronika (switching on/off).

"Ada beragam jenis bahan peledak seperti paku, bongkahan besi, kaca, dan sebagainya. Paku yang digunakan oleh S ini berupa paku payung," jelasnya. 

"Untuk peristiwa di Polsek Astana Anyar itu kadarnya merupakan high explosive atau ledakan tingkat tinggi, sehingga korban sekaligus pelaku tubuhnya terurai," tandasnya.

Ketua Kelompok Teroris di Solo Raya, S, berasal dari Desa Trayu, Kecamatan Banyudono, Boyolali. 

Sehari-hari dia bekerja sebagai tukang jahit. 

Kades Trayu, Slamet Maryadi mengatakan bahwa S ditangkap pihak kepolisian beberapa hari yang lalu.

"Sebelumnya tidak tahu (kabar ditangkap), tahu dikabari dari pihak kepolisian hari Rabu (2/8/2023). Dikasih tahu kalau di wilayah kami ada tersangka teroris berinisial S," ujar Slamet kepada TribunSolo.com.

Ia yang mendapat kabar tersebut lalu mengecek lokasi rumah kediaman milik S.

Sumber: TribunStyle.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved