Rabu, 10 Juni 2026

Kukuhkan IPIM Jabar, Menteri Agama Tekankan Peran Imam Tak Hanya di Masjid tapi Juga Sosial

Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar mengukuhkan langsung pengurus Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Jawa Barat masa bakti 2026-2031

Tayang:
Penulis: Adi Ramadhan Pratama | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Adi Ramadhan Pratama
PELANTIKAN IPMI - Menteri Agama RI Nasaruddin Umar menghadiri kuliah umum sekaligus pelantikan Pengurus Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Jawa Barat masa bakti 2026-2031 di Pondok Pesantren Al-Qur'an Al-Falah, Desa Tenjolaya, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung. 
Ringkasan Berita:
  • Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar mengukuhkan langsung pengurus Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Jawa Barat masa bakti 2026-2031 
  • Pelantikan tersebut menjadi momentum untuk penguatan peran para imam masjid di tengah masyarakat
  • Imam harus memiliki kedekatan dengan umat dan menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Adi Ramadhan Pratama 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar mengukuhkan langsung pengurus Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Jawa Barat masa bakti 2026-2031 di Pondok Pesantren Al-Qur’an Al-Falah, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Selasa (9/6/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum untuk penguatan peran para imam masjid di tengah masyarakat.

Menurutnya, imam tidak hanya berfungsi sebagai pemimpin ibadah, tetapi juga memiliki peran sosial yang lebih luas dalam kehidupan umat.

Nasaruddin mengatakan, keberadaan imam penting di tengah masyarakat.

Karena selain penjaga masjid, imam harus memiliki kedekatan dengan umat dan menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan beragama yang harmonis.

"Imam sangat diperlukan di dalam masyarakat. Imam itulah sebetulnya penjaga masjid karena itu IPIM lebih mengakar dalam masyarakat," ujarnya saat sambutan pada Selasa (9/6/2026).

Lebih lanjut, Nasaruddin mengungkapakan, dari akar kata imam sendiri, juga lahir konsep 'imamah' yakni sistem kepemimpinan yang menuntut adanya hubungan yang jelas antara orang yang memimpin dengan orang yang dipimpin. 

Oleh karena itu, Nasaruddin menekankan bahwa hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin harus diikat oleh nilai cinta yang tulus.

Tanpa adanya ikatan tersebut, menurutnya, tidak akan terbentuk sebuah umat yang utuh.

"Tidak bisa disebut ummah atau umat kalau tidak diikat oleh satu aturan yang ideal. Jadi cinta yang mengikat satu sama lain antara imam dan makmum atau antara pemimpin dan rakyat ini harus ada visi untuk ke depan," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved