Hari Jadi Sumedang ke-448, Bupati Dony: Pembangunan Harus Dirasakan Warga
Bupati Sumedaang momentum HJS sebagai penguat persatuan dan semangat gotong royong dalam membangun daerah.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Ringkasan Berita:
- Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang nyata, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat dalam peringatan Hari Jadi Sumedang (HJS) ke-448
- Bupati Dony menegaskan peringatan hari jadi tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan arah pembangunan daerah
- Dony Ahmad Munir mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum HJS sebagai penguat persatuan dan semangat gotong royong dalam membangun daerah
Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Kiki Andriana
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan yang nyata, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat dalam peringatan Hari Jadi Sumedang (HJS) ke-448.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, saat memimpin upacara di Lapangan Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS), Senin (20/4/2026).
Dalam amanatnya, Dony menekankan bahwa peringatan hari jadi tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan arah pembangunan daerah.
Tema yang diusung, “Simpatina Kadeuleu, Karampa, Karasa”, disebutnya sebagai prinsip dasar dalam menjalankan program pemerintah.
“Tema ini menegaskan bahwa setiap pembangunan harus terlihat nyata, terukur hasilnya, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujar Dony.
Ia menjelaskan, konsep tersebut mengandung makna bahwa pemerintah harus menghadirkan program yang mampu menjawab kebutuhan riil masyarakat, bukan sekadar formalitas.
Dalam kesempatan itu, Dony memaparkan sejumlah program prioritas yang tengah dijalankan.
Di sektor pendidikan, pemerintah menggulirkan program sekolah dan pesantren produktif ramah lingkungan melalui pembangunan dan rehabilitasi sarana pendidikan guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
Sementara di bidang infrastruktur, Program Jalan Leucir Nepi Ka Desa terus dilanjutkan untuk meningkatkan konektivitas wilayah.
Pada 2025, pemerintah telah memperbaiki 57 ruas jalan yang terdiri atas pemeliharaan, rehabilitasi, dan rekonstruksi, termasuk pembangunan Jalan Lingkar Utara Jatigede sepanjang 4,24 kilometer.
Program tersebut berlanjut pada 2026 dengan target perbaikan 66 ruas jalan serta pembangunan tiga jembatan.
Selain itu, sebanyak 434 titik penerangan jalan umum (PJU) juga akan dipasang, terdiri dari 392 titik di jalan lingkungan dan 42 titik di jalan kabupaten.
Menurut Dony, peningkatan infrastruktur tersebut berdampak pada pertumbuhan ekonomi daerah.
“Program ini terbukti memperlancar aksesibilitas dan mobilitas perekonomian masyarakat sehingga turut mendongkrak pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sumedang dari 4,05 persen pada 2024 menjadi 5,48 persen pada 2025,” katanya.
| Terungkap Motif Guru Culik Murid SD di Sumedang, Berawal dari Nafsu Setelah Kenal di Aplikasi |
|
|---|
| HJS ke-448, Bupati Dony Ajak Warga Perkuat Rasa Memiliki Sumedang |
|
|---|
| Atlet & Pelajar Ikuti Turnamen Boxing Bupati Cup 2026 di Sumedang, Pembinaan Karakter Generasi Muda |
|
|---|
| Fakta Mengejutkan Guru Culik Murid SD di Sumedang, Kenal Korban di Aplikasi Kencan |
|
|---|
| Polisi Ringkus Guru Bejat Terduga Penculik Murid Sekolah Dasar di Sumedang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Bupati-Sumedang-Dony-Ahmad-Munir-saat-memimpin-upacara.jpg)