Masjid Al Jabbar Bakal Jadi Pusat Studi Islam
Masjid Raya Al Jabbar telah menjadi kebanggaan komunitas Muslim dan masyarakat Jawa Barat secara keseluruhan
"Kurang dari sebulan sejak pelantikan, kami segera menggelar rapat kerja dan peringatan milad ini menjadi program perdana. Harapan kami, Masjid Raya Al Jabbar dapat menjadi masjid unggulan di tengah masyarakat Jawa Barat dengan pelayanan yang istimewa. Semoga di setiap tahunnya terjadi peningkatan kualitas layanan bagi jamaah yang mengunjungi masjid," katanya dengan penuh optimisme.
Dr. K.H. Tata Sukayat menjelaskan strategi pengembangan menyeluruh yang bertumpu pada tiga fondasi utama.
"Ke depan akan dibangun aspek idarah, imarah, dan ri'ayah," ungkapnya, yang merujuk pada sistem manajemen organisasi, pembinaan keagamaan, dan perawatan infrastruktur masjid.
Ketua Pelaksana Milad Al Jabbar yang sekaligus Ketua Divisi Pengelolaan Ibadah Rutin dan PHBI, Dr. Abdul Mujib, memperjelas bahwa konsep pengembangan dirancang berdasarkan dua fokus utama.
"Yang pertama, penguatan spiritualitas melalui penyelenggaraan istighatsah untuk doa bersama demi kemajuan Jawa Barat, dan haflah tilawah dengan menghadirkan qari-qari nasional serta internasional.
Yang kedua, penguatan intelektualitas dengan mengundang penceramah terkemuka, yang diperkaya dengan persembahan Tim Hadrah UPTQ UIN Sunan Gunung Djati Bandung," jelasnya.
Sinergi Pemerintah dan Komunitas
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyatakan komitmen kuat mendukung perkembangan Masjid Raya Al Jabbar.
Atas nama Gubernur, Asisten Daerah Jawa Barat Dedi Supandi menegaskan kesungguhan pemerintah dalam menguatkan fungsi masjid sebagai landasan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah Jawa Barat memperlihatkan kesungguhannya dalam mengoptimalkan peran masjid sebagai penyangga kesejahteraan rakyat dan pemelihara nilai-nilai mulia budaya lokal.
"Jaga Al Jabbar dengan silih asah, silih asuh, dan silih asih," pesan Gubernur Jawa Barat dalam sambutannya yang dibacakan oleh Asisten dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Jabar Drs. H. Asep Sukmana, M.Si, mengacu pada ajaran kearifan lokal Sunda yang bermakna saling menajamkan pemikiran, saling mendidik, dan saling menyayangi.
Acara yang berlangsung dengan penuh kekhusyukan ini dihadiri berbagai pejabat dan tokoh berpengaruh, di antaranya Asisten Daerah Jawa Barat, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Jawa Barat, Panglima Komando Daerah Militer III Siliwangi, serta beberapa tokoh dan ulama Jawa Barat, menggambarkan kolaborasi erat antara pemerintah, institusi militer, dan pemuka agama dalam memakmurkan masjid.
Ikon Islam Jawa Barat
Tingginya minat 40 ribu jamaah yang datang dari berbagai wilayah di Jawa Barat memperlihatkan bahwa Masjid Raya Al Jabbar telah bertumbuh melampaui fungsinya sebagai tempat shalat semata.
Masjid ini telah menjadi lambang kesatuan umat, wadah pengembangan dimensi spiritual dan intelektual, serta simbol Islam yang membawa berkah bagi seluruh masyarakat Jawa Barat.
Dengan sokongan maksimal dari pemerintah, keseriusan pengurus, dan keterlibatan aktif masyarakat, Masjid Raya Al Jabbar siap merealisasikan cita-citanya sebagai pusat pendidikan Islam yang unggul, yang tidak hanya memberikan pencerahan dalam aspek keagamaan, melainkan juga mengokohkan keharmonisan sosial dan kelestarian nilai-nilai luhur budaya Sunda dalam bingkai kebhinekaan.
| Sisi Spiritual Dedi Mulyadi: Beri Perhatian untuk Masjid Kampung dan Restorasi Masjid Heritage |
|
|---|
| Gaji Petugas Kebersihan Masjid Al Jabbar Rp4,7 Juta/Bulan, Dedi Mulyadi Buka-bukaan Rinciannya |
|
|---|
| Respons Dedi Mulyadi Soal Anggaran Tenaga Kerja Kebersihan Masjid Raya Al Jabbar Rp22 Miliar |
|
|---|
| Datang ke Bandung, Menkop Ferry Juliantono Sebut Ribuan Koperasi Segera Beroperasi |
|
|---|
| Tak hanya Tower, Dua Menara Masjid Al Jabbar Bandung Pun Alami Kerusakan akibat Angin Kencang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Masjid-Raya-Al-Jabbar-MILAD.jpg)