Sabtu, 23 Mei 2026

Bupati Dony Jamin Stok Pangan di Sumedang Aman dan Harga Stabil Jelang Nataru 2026

Dony Ahmad Munir, memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok dan ketersediaan pangan di wilayahnya terkendali

Tayang:
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Tribun Jabar/Dok Humas Pemkab Sumedang
RAKOR - Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir saat memimpin Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Ruang Rapat Bupati Sumedang, Selasa (23/12/2025), 

Laporan : Kiki Andrian

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG – Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok dan ketersediaan pangan di wilayahnya terkendali menjelang peringatan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). 

Kepastian tersebut disampaikan usai memimpin Rapat Koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Ruang Rapat Bupati Sumedang, Selasa (23/12/2025), sebagai langkah antisipatif pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi serta menjamin rasa aman bagi masyarakat.

Dalam arahannya, Bupati Dony menekankan bahwa perayaan hari besar keagamaan dan libur akhir tahun harus berjalan damai dan tertib dengan dukungan pasokan pangan yang mencukupi bagi seluruh lapisan masyarakat. 

Ia menginstruksikan jajarannya untuk menerapkan strategi 4K secara disiplin, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, serta komunikasi efektif. 

Strategi 4 K itu diterapkan meski berdasarkan laporan dinas terkait kondisi pangan strategis di Sumedang saat ini berada pada status aman dan surplus, bupati mengingatkan agar seluruh perangkat daerah tidak lengah terhadap potensi fluktuasi harga pada komoditas tertentu.

Guna mencegah lonjakan harga di tingkat konsumen, Pemerintah Kabupaten Sumedang akan meningkatkan intensitas pelaksanaan Operasi Pasar Murah (OPM) dan Gerakan Pangan Murah (GPM) secara masif di berbagai titik. 

Bupati juga memerintahkan tim gabungan untuk melakukan pemantauan rutin dan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar, gudang distributor, hingga agen LPG untuk menutup celah praktik penimbunan yang merugikan publik.

Langkah ini diperkuat dengan koordinasi bersama aparat penegak hukum untuk menindak tegas setiap praktik perdagangan tidak wajar di lapangan.

Selain pengawasan fisik, Bupati Sumedang juga mendorong optimalisasi teknologi melalui aplikasi SINDANG (Sistem Informasi Perdagangan) sebagai instrumen transparansi harga bagi masyarakat.

Ia meminta jajaran Diskominfo dan Humas untuk lebih gencar menyosialisasikan penggunaan aplikasi tersebut agar warga dapat mengakses informasi harga pangan secara real-time. 

Menurutnya, persiapan menghadapi momentum tahunan ini tidak boleh dilakukan dengan cara-cara biasa, melainkan harus terus diadaptasi dengan perubahan pola konsumsi masyarakat demi menjaga ketahanan ekonomi daerah di penghujung tahun. 

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved