Uden Dida Efendi Sebut Sampah Pasar Caringin Bisa Jadi Peluang Ekonomi Baru
Uden Dida Efendi, menilai inovasi pengelolaan sampah di Pasar Caringin, Kota Bandung memiliki potensi ekonomi
Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Siti Fatimah
Ringkasan Berita:
- Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat dari Fraksi PPP, Uden Dida Efendi, menilai inovasi pengelolaan sampah di Pasar Caringin, Kota Bandung memiliki potensi ekonomi dan layak dijadikan percontohan pasar lain di Jawa Barat
- Uden Dida Efendi mendorong, adanya perubahan pola pikir bahwa sampah harus dikelola sejak dari sumbernya dan memiliki nilai ekonomi.
Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Nazmi Abdurrahman
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Anggota Komisi IV DPRD Jawa Barat dari Fraksi PPP, Uden Dida Efendi, menilai inovasi pengelolaan sampah di Pasar Caringin, Kota Bandung memiliki potensi ekonomi dan layak dijadikan percontohan pasar lain di Jawa Barat.
Dikatakan Uden, pengolahan sampah tidak lagi bisa hanya mengandalkan pola lama berupa pengangkutan dan pembuangan ke tempat pembuangan akhir (TPA).
Uden mendorong, adanya perubahan pola pikir bahwa sampah harus dikelola sejak dari sumbernya dan memiliki nilai ekonomi.
“Potensinya sangat besar. Sampah organik pasar bisa diolah menjadi kompos, pakan ternak, bahkan energi alternatif. Sedangkan sampah anorganik bisa didaur ulang menjadi produk bernilai jual. Ini bukan hanya soal lingkungan, tetapi juga peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Uden, Senin (25/5/2026).
Uden mengatakan, pasar tradisional selama ini menjadi salah satu penyumbang sampah terbesar di Jawa Barat.
Inovasi pengelolaan sampah di Pasar Caringin, kata dia, dinilai penting untuk menekan volume sampah sekaligus menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Menurutnya, jika dikelola secara serius, konsep ekonomi sirkular dalam pengolahan sampah dapat membuka lapangan kerja baru, mulai dari sektor pemilahan, pengolahan, distribusi hasil daur ulang hingga pengembangan UMKM berbasis produk ramah lingkungan.
“Di sisi lain, daerah juga bisa mengurangi beban biaya pengangkutan dan pengelolaan sampah ke TPA. Jadi manfaatnya bukan hanya ekologis, tetapi juga sosial dan ekonomi,” katanya.
DPRD Jawa Barat, kata Uden, akan mendorong agar program pengelolaan sampah tersebut tidak berhenti sebagai proyek percobaan atau seremonial semata.
“Kami ingin ada integrasi dari hulu ke hilir, mulai dari edukasi pedagang dan masyarakat, pemilahan sampah sejak awal, pengolahan berbasis teknologi, sampai pemanfaatan hasil olahan menjadi produk bernilai ekonomi,” ucapnya.
Selain itu, DPRD juga meminta pemerintah daerah melakukan pengawasan dan evaluasi secara rutin agar fasilitas pengelolaan sampah tidak terbengkalai setelah dibangun.
“Pemerintah daerah tidak boleh hanya membangun fasilitas lalu ditinggalkan tanpa pendampingan. Harus ada target yang jelas, indikator keberhasilan, dan keterlibatan masyarakat serta pengelola pasar agar program ini benar-benar berjalan konsisten,” katanya.
Uden menambahkan, pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan dan transparan dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pengelola pasar, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), akademisi hingga masyarakat.
“Prinsipnya, kami ingin pengelolaan sampah di Jawa Barat bergerak dari pola buang sampah menjadi mengelola sumber daya. Karena jika dikelola dengan benar, sampah bukan beban, tetapi peluang untuk meningkatkan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.
| Komisi IV DPRD Jabar Soroti Pengelolaan Sampah Pasar Caringin, Uden Dida: Harus Berkelanjutan |
|
|---|
| DPRD Jabar Kawal Penataan PKL Tetap Humanis, Uden Dida: Jangan Abaikan Rakyat Kecil |
|
|---|
| Dukung Penertiban PKL Sukajadi dan Cicadas, Uden Dida Efendi: Jangan Abaikan Aspek Kemanusiaan |
|
|---|
| Wacana Jalan Berbayar Berpotensi Picu Pro dan Kontra, Uden: Perlu Uji Publik Sebelum Diterapkan |
|
|---|
| Uden Dida Efendi Sebut Wacana Jalan Berbayar Butuh Kajian Matang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/anggota-Pansus-II-DPRD-Provinsi-Jabar-Uden-Dida-Efendi-ADV.jpg)