Selasa, 5 Mei 2026

Reaktivasi Bandara Husein Harus Terintegrasi Industri PTDI, Farhan Ingin Manfaatkan Pesawat Kecil

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, berharap Bandara Husein Sastranegara menjadi pintu gerbang internasional Kota Bandung.

Tayang:
Tribun Jabar/Gani Kurniawan
INDUSTRI PTDI - Foto arsip ilustrasi yang menunjukkan sejumlah awak media berkesempatan meninjau pesawat karya PT Dirgantara Indonesia (PTDI) CN235 Flying Test Bed di sela-sela acara Media Gathering PTDI dan Kementerian Pertahanan RI di hanggar PTDI, Kota Bandung, Jawa Barat, Jumat (27/9/2024). Wali Kota Bandung ingin reaktivasi Bandara Husein terintegrasi Industri PTDI. 

TRIBUNJABAR.ID - Kota Bandung akan kembali terasa lebih 'hidup' setelah Bandara Husein Sastranegara beroperasi sepenuhnya.

Untuk itulah Pemerintah Kota Bandung kembali mengoptimalkan pemanfaatan bandara ini setelah mendapat lampu hijau dibuka kembali untuk penerbangan nasional dan internasional.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, berharap Bandara Husein Sastranegara menjadi pintu gerbang internasional Kota Bandung

Menurut Farhan, keberadaan bandara internasional akan memperkuat ekosistem industri dirgantara sekaligus sektor pariwisata Bandung. 

Berdasarkan catatan, pada tahun 2019 sebelum pandemi, jumlah penumpang di Bandara Husein mencapai 3,8 juta orang per tahun, di mana 1 juta penumpang berasal dari Malaysia dan Singapura.

“Hal itu harus diulang, karena memberi darah bagi wilayah ini sebagai Transit Oriented Development (TOD). Presiden Prabowo sudah menegaskan, perkembangan ekonomi nasional harus punya akses langsung ke bandara,” ujar Farhan dalam Seminar Nasional Menggali Nilai-Nilai Kedirgantaraan Kota Bandung di Auditorium BJ. Habibie, PT Dirgantara Indonesia (PTDI), Senin (11/8/2025).

Farhan menyebut setelah krisis moneter industri penerbangan Indonesia, khususnya Kota Bandung, menjadi terabaikan.

"Padahal ini aset strategis, sebelum pesawat mendarat, yang terlihat penumpang adalah atap PTDI,"

"Kita harus pastikan itu menjadi pemandangan yang membanggakan, bukan kuburan,” ujar Farhan.

Terintegrasi Industri PTDI

Farhan pun kembali mengingatkan bahwa Bandara Husein bukan hanya untuk penerbangan komersial, tetapi juga untuk air power dan pengembangan industri. 

Berbagai industri yang ada di Kota Bandung bisa dikembangkan lebih maksimal dengan hadirnya bandara.

Untuk itulah, Farhan mengaitkan rencana pengaktifan bandara dengan armada pesawat buatan PTDI seperti N219 untuk rute pendek Bandung–Tasikmalaya, Bandung–Pangandaran, atau Bandung–Cirebon. 

Ia melihat pesawat kecil ini akan memberi efisiensi dan nilai sosial yang besar.

"Saya bermimpi perjalanan dinas jadi jauh lebih efektif,” ujarnya.

Ia menambahkan, revitalisasi Bandara Husein harus terintegrasi dengan strategi pengembangan SDM dan teknologi.  

Sehingga menurutnya mereka yang datang ke Bandung, khususnya yang berminat dengan industri PTDI ini, bukan hanya tertarik membeli pesawat

"tapi juga memahami industri dirgantara yang kita miliki,” ujar Farhan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved