Fenomena Bendera One Piece Marak, Pemerintah RI Kena Sentil Dunia Internasional
Fenomena pengibaran bendera bajak laut ini marak menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke- 80 Kemerdekaan RI.
Sorotan ini tertuang dalam sebuah artikel bertajuk One Piece Was Just Deemed a “Threat" to National Unity by 1 Government Official yang ditulis Evan D. Mullicane dan diterbitkan di situs screenrant.com, Jumat (1/8/2025).
Dalam artikel tersebut, respons pemerintah terhadap pengibaran Jolly Roger milik kru Bajak Laut Topi Jerami (Straw Hat) yang dipimpin Monkey D. Luffy itu.
Misalnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang sempat menyebut pengibaran bendera One Piece itu sebagai bentuk upaya memecah belah bangsa.
“Kita juga mendeteksi dan juga dapat masukan dari lembaga-lembaga pengamanan intelijen, memang ada upaya-upaya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," kata Sufmi Dasco Ahmad, Kamis (31/7/2025) lalu.
Lalu ada politisi PDIP yang lebih santai memberikan respons, yakni Andreas Hugo Pareira yang menilai pengibaran bendera One Piece bukan bentuk makar, melainkan ekspresi sosial yang sah secara konstitusional.
Pemerintah justru diminta menjadikan fenomena ini sebagai bahan introspeksi.
“Ini menjadi bagian dari Hak Asasi Manusia (HAM), sebagai bentuk kebebasan dalam menyampaikan aspirasi dan kegelisahan masyarakat,”
“Seharusnya ini menjadi bahan introspeksi buat Pemerintah, bahwa ada persoalan serius yang membuat masyarakat menyampaikan protes dalam ‘diam’, dalam bentuk sosial kultur,” kata Andreas kepada wartawan, Selasa (5/8/2025).
Adapun artikel One Piece Was Just Deemed a “Threat" to National Unity by 1 Government Official ini menyinggung relevansi simbol Jolly Roger dari One Piece dengan isu sosial di Indonesia.
Menurut artikel tersebut, Jolly Roger dari One Piece melambangkan perlawanan terhadap penindasan, membuatnya menjadi simbol revolusioner bagi banyak orang di dunia, termasuk di Indonesia, di tengah isu pembatasan kebebasan berbicara, seperti yang tertuang dalam Laporan Dunia 2023 tentang Indonesia dari organisasi HAM, Human Rights Watch.
Kontroversi bendera One Piece di Indonesia pun menunjukkan pengaruh global One Piece sebagai simbol radikalisme atau kritik sosial, meski belum ada tindakan hukum nyata terkait pengibaran bendera tersebut di Tanah Air.
Berbagai Media Asing
Kontroversi pengibaran Jolly Roger dari One Piece jelang peringatan HUT RI ke-80 juga dibahas di sejumlah media asing dari berbagai negara.
Satu garis besar sama yang diambil oleh deretan media ini adalah bagaimana bendera One Piece menjadi simbol protes terhadap kebijakan pemerintah jelang Hari Kemerdekaan Indonesia.
Misalnya, artikel Indonesians fly anime pirate flag in Independence Day protest yang dimuat di media South China Morning Post (SCMP) pada 4 Agustus 2025 (di-update 8 Agustus 2025).
| Persib Bandung Juara Paruh Musim setelah Kalahkan Persija, Beckham dan Koreo One Piece jadi Sorotan |
|
|---|
| Bendera One Piece Berkibar di Karnaval Street Lembang , Warga: 'Bagus, Keren' |
|
|---|
| Demo Besar Tuntut Bupati Pati Lengser, Ada Bendera One Piece, Masa Aksi: Turun Sudewo! |
|
|---|
| Muncul Spanduk One Piece Kritik Kinerja Wali Kota Tasikmalaya, Viman Santai: Bentuk Ekspresi |
|
|---|
| Bendera One Piece Berkibar di Area Stadion GBLA Bandung saat Persib Berjuang Menang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Bendera-One-Piece-yang-sempat-berkibar-bersama-bendera-Merah-Putih-di-Cihampelas.jpg)