Sabtu, 30 Mei 2026

Macan Tutul Teror Warga Perbatasan Kuningan, Bu Kades Duga Gara-gara Hutan Berubah jadi Kebun Kopi

Kepala Desa Cikondang, Lia Nuryanah, menduga hal ini disebabkan alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan kopi yang merusak habitat satwa.

Tayang:
Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Ravianto
Dok. Polsek Cisompet
TEROR MACAN TUTUL - (ILUSTRASI) Petugas memeriksa bangkai macan tutul jawa yang terjerat kawat di kawasan Gunung Lancang, Desa Cikondang, Kecamatan Cisompet, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (4/6/2025). Kemunculan macan tutul yang terekam warga di perbatasan Hantara dan Subang, Kuningan, Jawa Barat memicu kekhawatiran tokoh masyarakat setempat.  

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Kemunculan macan tutul yang terekam warga di perbatasan Hantara dan Subang, Kuningan, Jawa Barat memicu kekhawatiran tokoh masyarakat setempat. 

Kepala Desa Cikondang, Lia Nuryanah, menduga hal ini disebabkan alih fungsi lahan hutan menjadi perkebunan kopi yang merusak habitat satwa.

Menyikapi aspirasi warga, Bupati Kuningan H Dian Rachmat Yanuar berjanji akan segera membentuk tim kajian lingkungan dan mengambil tindakan cepat untuk mengatasi ancaman krisis air dan kemunculan hewan buas di permukiman.

Ia juga mengimbau warga untuk waspada terhadap potensi bencana longsor di wilayah Kuningan selatan.

Kemunculan macan tutul itu sempat direkam warga.

"Kami menduga akibat alih fungsi lahan hutan di sekitar perbatasan Kecamatan Subang dan Hantara, dengan menanam pohon kopi ini jelas merusak habitat satwa sekitar," kata Lia mengawali perbincangan dengan Tribun Jabar, Kamis (7/8/2025).

Pembuktian kerusakan lahan hutan akibat adanya penanaman pohon komersil.

"Dari segi lahan bisa dilihat dari titik pohon kopi itu sangat bersih. Tanpa ada pohon endemik yang menjadi tempat habitat hewan sekitar," katanya.  

Sekedar informasi, hutan Subang di wilayah Kuningan selatan rusak hingga menimbulkan krisis air dan menjadi ancaman warga akibat sejumlah hewan buas turun ke permukiman daerah setempat. 

Hal itu muncul setelah sebelumnya terjadi perubahan hutan lindung, yang kini di tanam pohon kopi oleh sejumlah warga luar daerah setempat. 

Menyerap aspirasi muncul tadi, Bupati Kuningan H Dian Rachmat Yanuar yang memimpin rapat dengar pendapat, langsung bergegas hingga menyerukan Staf Ahli Bupati Kuningan menjadi koordinator penanganan sosial lingkungan hutan sekitar.

"Dalam waktu secepatnya, kami akan bentuk kajian lingkungan dan tindakan cepat. Sebab, ancaman terhadap warga sudah banyak dirasakan. Seperti krisis air sebagai pemenuhan kebutuhan hidup dan hewan buas yang turun ke permukiman warga," kata Bupati Kuningan saat memberikan keterangan dalam audensi di ruang rapat kantor bupati, Rabu (6/8/2025). 

Ancaman hewan buas, seperti Macan Tutul dan satwa lainnya, kata Bupati akan dilakukan pencegahan segera. "Untuk ancaman hewan buas atau macan yang pernah menyerang hewan ternak warga. Kami meminta warga untuk selalu waspada dalam beraktivitas," katanya. 

Bentuk lain pencegahan dalam penyelematan hutan lindung, Bupati menjelaskan agar lembaga pemerintah lainnya alias Perhutani bisa memberikan solusi bagi kenyamanan masyarakat sekitar. 

Terlepas dengan ancaman kerusakan hutan yang berlangsung, Bupati juga menyerukan warga Kuningan selatan untuk waspada pada perubahan cuaca. "Ya, tadi kami mengetahui bahwa daerah Kuningan selatan ini rawan bencana longsor, karena ada lempeng bebatuan yang kurang menyerap air saat terjadi hujan," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved