Selasa, 12 Mei 2026

Rencana Rerouting Trayek Angkot di Bandung, Organda: Harus Melihat Kondisi Kita

Rerouting dinilai merupakan kebutuhan yang menyangkut penumpang, sehingga jika akan diterapkan harus melihat rute-rute yang tidak dilintas

Tayang:
Tribun Jabar/Hilman Kamaludin
ANGKOT MANGKAL - Angkot saat mangkal di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Rabu (25/6/2025). Organda Kota Bandung, menanggapi terkait rencana Pemkot Bandung yang akan melakukan rerouting atau penataan ulang trayek angkot untuk mendukung pembangunan transportasi massal bus rapid transit (BRT). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Organda Kota Bandung, menanggapi terkait rencana Pemkot Bandung yang akan melakukan rerouting atau penataan ulang trayek angkot untuk mendukung pembangunan transportasi massal Bus Rapid Transit (BRT).

Langkah tersebut dilakukan karena nantinya sejumlah trayek angkot akan turut terdampak, sehingga Dinas Perhubungan Kota Bandung juga harus memikirkan skema lain agar operasional angkot bisa tetap hidup.

Sekretaris Organda Kota Bandung, Ade Sukadi mengatakan, terkait rencana rerouting itu pihaknya akan melihat kondisi di lapangan karena saat ini kondisi angkot sudah mulai sepi, apalagi jika dilakukan rerouting trayek.

Baca juga: Angkot di Cirebon Terbakar Diduga gara-gara Sedot BBM Pakai Selang, 2 Mobil Lain Ikut Hangus

"Sebetulnya kalau kita tergantung kondisi ya, karena sekarang kondisi angkot ini sudah berbeda jauh dengan tahun-tahun yang lalu, sekarang (penumpang) sepi sekali," ujarnya saat dihubungi, Kamis (31/7/2025).

Menurutnya, rerouting itu merupakan kebutuhan yang menyangkut penumpang, sehingga jika akan diterapkan harus melihat rute-rute yang tidak dilintasi. Maka perlu dilihat apakah rencana ini memang diperlukan atau tidak.

"Kalau perlu diperbanyak rutenya karena sekarang ini angkutan online banyak sekali kan. Akhirnya itu yang menggerus angkot, terkena dampak juga," kata Ade.

Sementara untuk menghindari hal negatif seperti gesekan angkot dengan angkutan online, maupun BRT, kata dia, maka Pemkot Bandung harus melakukan sosialisasi ke setiap koperasi Kobanter, Kopamas, dan Kobutri.

"Nah kita juga akan berbicara dengan stakeholder karena organda kan organisasi induk, anggotanya ya koperasi itu. Jadi kalau masalah angkot nanti mereka yang punya kewenangan," ucapnya.

Selain melakukan sosialisasi, kata dia, Pemkot Bandung juga harus melakukan kajian yang komprehensif. Apalagi hingga saat ini Dinas Perhubungan belum menentukan trayek mana saja yang akan dilakukan rerouting.

"Harus dilihat kebutuhannya apa dulu, terus realitanya memungkinkan tidak, itu kan perlu dikaji juga. Tentu nanti kita lihat wilayah mana yang akan di rerouting, kemudian yang bersentuhan di situ angkot mana saja, dan angkot itu dibawah keanggotaan koperasi mana," kata Ade.

Baca juga: Dishub Bandung Matangkan Rerouting Angkot: Siap Sambut BRT dan Angkot Pintar 2026

Seorang sopir angkot Cichaeum-Cibaduyut, Rahmat (57) mengatakan, sebetulnya rencana rerouting trayek angkot tersebut sudah ada sejak lama, tetapi hingga saat ini tak pernah terealisasi tanpa alasan yang jelas.

"Kalau mau diterapkan ya ayolah laksanakan, tapi harus melihat kondisi kita. Sekarang kan sepi harus dibuat jadi ramai, lihat trayek mana yang kira-kira akan ramai," ujar Rahmat.

Sementara sopir angkot lainnya, Dedi (52) belum bisa berkomentar banyak karena hingga saat ini tidak ada sosialisasi dari Pemkot Bandung, terutama soal trayek mana saja yang nantinya akan dilakukan rerouting.

"Kalau nanti trayeknya jadi ramai kita ya setuju, tapi jangan sampai setelah diubah malah jadi sepi karena sekarang juga pendapatan saya sudah minim," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved