Selasa, 14 April 2026

Majalengka Kemarau Panjang Hingga Agustus 2025, BMKG Ingatkan Suhu Panas dan Waspada Perubahan Cuaca

Menurut Forecaster BMKG Jatiwangi, Bayu Satya, wilayah Majalengka, Indramayu, Cirebon, dan Kuningan telah resmi memasuki musim kemarau.

Penulis: Adhim Mugni Mubaroq | Editor: Ravianto
Tribun Cirebon/ Adhim Mugni Mubaroq
MUSIM KEMARAU - Lomba layang-layang yang berbeda dari biasanya sukses digelar di Desa Jatitujuh, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, pada Sabtu dan Minggu (26–27 Juli 2025). BMKG Jatiwangi memprediksi musim kemarau di wilayah Majalengka dan sekitarnya akan berlangsung hingga akhir Agustus 2025.  

TRIBUNJABAR.ID, MAJALENGKA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Jatiwangi memprediksi musim kemarau di wilayah Majalengka dan sekitarnya akan berlangsung hingga akhir Agustus 2025. 

Kondisi ini ditandai dengan suhu udara yang semakin panas dan perubahan cuaca yang perlu diwaspadai.

Menurut Forecaster BMKG Jatiwangi, Bayu Satya, wilayah Majalengka, Indramayu, Cirebon, dan Kuningan telah resmi memasuki musim kemarau.

Suhu udara di Majalengka saat ini berkisar antara 25 hingga 35 derajat Celsius, disertai kecepatan angin 5-20 knots atau setara dengan 9-37 kilometer per jam.

“Angin kering dari pegunungan Ciremai yang bergerak ke dataran rendah membawa udara kering, menyebabkan suhu terasa lebih panas di siang hari dan lebih dingin pada dini hari, dengan suhu pagi berkisar 24-25 derajat Celsius akibat minimnya tutupan awan,” ujar Bayu, Rabu (30/7/2025).

Baca juga: Mulai Masuk Musim Kemarau, 7 Makanan Ini Ampuh Cegah Heatstroke Saat Cuaca Panas

Bayu mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, seperti hujan lokal atau angin kencang.

Masyarakat diajak untuk menjaga hidrasi, menggunakan pelindung seperti topi atau payung saat beraktivitas di luar, dan memantau informasi cuaca terkini dari BMKG.

“Musim kemarau tidak berarti bebas hujan. Hujan masih mungkin terjadi, tetapi dengan intensitas dan curah hujan yang jauh lebih rendah,” katanya.

Warga kota Majalengka mulai merasakan dampak musim kemarau ini.

“Siang hari terasa sangat panas, apalagi kalau sedang di luar ruangan. Malam hari justru dingin, jadi harus siap-siap pakai selimut,” kata Rina, seorang warga Kelurahan Majalengka Wetan.(*)

Laporan Kontributor Adim Mubaroq

Sumber: Tribun Jabar
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved