Bupati Sumedang Sepakat dengan Kebijakan Dedi Mulyadi Soal Study Tour, Tidak Boleh Keluar Provinsi
Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir bersepakat dengan kebijakan yang diterapkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tentang study tour.
Penulis: Kiki Andriana | Editor: Siti Fatimah
Laporan Kontributor TribunJabar.id, Kiki Andriana dari Sumedang
TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir bersepakat dengan kebijakan yang diterapkan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi tentang study tour.
Menurutnya, kebijakan pelarangan study tour itu tentu telah dibahas secara matang sebelum keluar sebagai kebijakan yang harus diikuti semua daerah.
"Saya sepakat dengan kebijakan gubernur soal study tour, tidak mungkin pemerintah membuat kebijakan tidak dibuat matang. Saya juga sudah lihat postingan Pak Gubernur menjelaskan tentang itu," kata Dony, Rabu (23/7/2025).
Namun, di Sumedang dia menjelaskan bahwa study tour dipersilakan, asal tidak keluar dari Jawa Barat.
"Study tour tidak boleh keluar provinsi, silakan di Jawa Barat. Kalau di Jawa Barat lagi, peredaran ekonomi di sini," katanya.
Kebijakan pelarangan study tour ini didasarkan Surat Edaran Gubernur Jabar Nomor 45/PK.03.03/KESRA, yang didalamnya tercantum poin yang menyebutkan pelarangan study tour dalam bentuk apapun yang bisa menambah beban finansial bagi orang tua siswa.
| Soroti Kasus Bayi Meninggal dalam Kandungan di Sumedang, DPRD Jabar Minta Perkuat Edukasi Kesehatan |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal di Sumedang, Dinkes Jabar Sebut RS Pakuwon Sudah Siapkan Dokter Pengganti |
|
|---|
| Ada 62 Kasus Kematian Bayi di Sumedang dari Januari 2026, Terbaru Bayi Rosita, Mayoritas karena BBLR |
|
|---|
| Kasus Bayi Meninggal Diduga Ditolak RS Pakuwon, Wakil Ketua DPRD Sumedang Minta SOP Dicek |
|
|---|
| Soroti Kasus RS Pakuwon, Dinkes Jabar Sebut Idealnya Setiap RS Punya Lebih dari Dua Dokter Kandungan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Bupati-Sumedang-Dony-Ahmad-Munir-bersepakat-dengan-kebijakan.jpg)