Rabu, 22 April 2026

Transplantasi Rambut Ternyata Tidak Boleh Sembarangan, Ini Aturan yang Harus Diperhatikan

Transplantasi rambut adalah proses memindahkan folikel rambut dari area lain ke area yang mengalami kebotakan.

Editor: Siti Fatimah
Shutterstock
ILUSTRASI - Transplantasi rambut adalah proses memindahkan folikel rambut dari area lain ke area yang mengalami kebotakan. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - "Botak" dalam bahasa Indonesia mengacu pada kondisi kepala yang tidak ditumbuhi rambut, atau rambutnya rontok secara berlebihan. Secara medis, kondisi ini disebut alopecia.

Kebotakan bisa disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk genetika, usia, perubahan hormon, kondisi medis tertentu, atau bahkan gaya hidup.

Botak tak hanya dialami oleh kaum lelaki, ada juga kaum perempuan yang mengalami kerontokan rambut yang parah.

Kondisi ini bisa mempengaruhi penampilan seseorang.

Namun saat ini hal tersebut bisa diatasi dengan melakukan transplantasi rambut.

Baca juga: Bukan Hanya untuk Kulit Wajah, Yuk Kenali Apa itu Botox Rambut

Sudah banyak tempat-tempat yang menawarkan transplantasi rambut ini, namun jangan sembarangan melakukan hal tersebut.

Perhatikan prosedur tepat jika ingin melakukan transplantasi rambut.

Dikutip dari Kompas.com, transplantasi rambut adalah proses memindahkan folikel rambut dari area lain ke area yang mengalami kebotakan.

Apabila kerontokan sudah menyebabkan kebotakan, salah satu cara untuk mengatasinya adalah dengan melakukan transplantasi rambut. Lantas, berapa usia aman melakukan prosedur transplantasi rambut?

“Rentang usianya itu dari 25 tahun sampai 55 tahun, tapi ini juga kami lihat kondisi pasiennya,” kata Hair Transplant Surgeon dr. Dhea Larasasti, MARS di JSE Aesthetic, Jakarta Barat, beberapa waktu lalu.

Kerontokan di bawah usia 25 tahun masih bisa diatasi dengan beberapa tindakan yang masih cukup efektif, seperti penggunaan hair tonic.

Namun, bagi yang sudah melakukan berbagai cara, tetapi masih tidak ampuh sampai psikologisnya sudah terganggu, mereka bisa melakukannya.

Baca juga: Perempuan Aktif Pilih Perawatan Rambut yang Praktis, Begini Tipsnya

Dhea mengungkapkan, gangguan psikologis berupa kondisi tidak percaya diri yang membuat mereka sampai menarik diri dari bersosialisasi.

“Kadang mau kenalan sama orang lain sudah enggak mau, karena malu banget kepalanya mengalami kebotakan. Kalau seperti itu, artinya kami harus membantu pasien,” ucap dia. 

Bagaimana dengan usia di atas 55 tahun? Untuk pasien berusia di atas 55 tahun, mereka tetap bisa melakukan transplantasi rambut. Akan tetapi, mereka harus memeriksa kesehatan terlebih dulu.

“Apakah ada kelainan jantung, imun, atau yang lainya? Karena biasanya kalau sudah di usia tersebut, penyakitnya sudah mulai lebih banyak,” papar Dhea.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jangan Sembarangan, Ketahui Usia Aman Melakukan Transplantasi Rambut", 

Sumber: Kompas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved