Jumat, 10 April 2026

Warga Cikembang Sukabumi Menjerit Imbas Bendungan Cipantun Jebol, Sulit Dapat Air Bersih

Kekeringan dialami warga Desa Cikembang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Imbasnya, mereka kesulitan mendapatkan air bersih.

Penulis: M RIZAL JALALUDIN | Editor: Giri
Tribun Jabar/M Rizal Jalaludin
BENDUNGAN JEBOL - Warga menunjukkan Bendungan Cipantun yang jebol dan berdampak pada kekeringan karena air tidak dapat mengalir ke saluran irigasi di Desa Cikembang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Selasa (8/7/2025). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Kekeringan dialami warga Desa Cikembang, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Imbasnya, mereka kesulitan mendapatkan air bersih.

Kepala Desa Cikembang, Muhammad Rifai, mengatakan, kekeringan terjadi saat musim hujan ini karena aliran irigasi tidak berfungsi. Hal itu dampak dari jebolnya Bendungan Cipantun yang mengairi area pertanian, ternak ikan, dan juga untuk memenuhi kebutuhan air bersih warga. Alhasil, pertanian warga pun lumpuh.

"Kisaran 30 hektare gagal panen karena sudah kering, tidak bisa menghasilkan, jadi banyak rumput. Warga juga ada yang di bidang perikanan, jadi sektor padi dan perikanan itu sekarang sudah tidak ada lagi," ujar Rifai kepada Tribun di lokasi Bendungan Cipantun, Selasa (8/7/2025).

Pantauan Tribunjabar.id, aliran irigasi terlihat mengering dan area pertanian milik warga ditumbuhi ilalang. Tak hanya itu, fasilitas ibadah pun turut terdampak, pembatasan penggunaan air diberlakukan karena sulitnya air bersih dampak Bendungan Cipantun jebol.

Baca juga: Warga Kabupaten Sukabumi Kini Bisa Membayar Pajak Lewat WhatsApp

Rifai menyebutkan, ratusan kepala keluarga (KK) terutama di Dusun Cicurug, terdampak kekeringan. Mereka kesulitan air bersih. Warga pun memilih mengambil air ke aliran sungai dengan jarak 300 meter.

"Untuk saat ini belum ada peninjauan dari dinas mana pun untuk meninjau irigasi Cipantun, yang dampaknya itu untuk saat ini kekurangan air bersih. Kalau kepala keluarga hampir 300 sampai 400 KK yang terdampak, itu di Kedusunan Cicurug, khususnya. Ada sebagian di Kedusunan Sungapan. Fasilitas ibadah juga dibatasi penggunaan air karena kekeringan ini," ucap Rifai.

Baca juga: PT RNT Bantah Berangkatkan Bagas Asal Sukabumi yang Akhirnya Jadi Korban TPPO di Kamboja

Rifai berharap pemerintah daerah cepat tanggap memperbaiki Bendungan Cipantun agar aktivitas perekonomian warga terutama bidang pertanian dan perikanan pulih lagi dan kebutuhan air bersih bagi warga teratasi.

"Harapan kami itu ada kepedulian dari pemda atau pemprov untuk membangun Leuwi Cipantun atau ada program lain untuk sarana air bersih atau mungkin bisa sumur bor. Sekarang juga kami pihak desa lagi berusaha karena sekarang ada perubahan, ada enggak anggaran untuk peningkatan kapasitas pipanisasi sarana air bersih untuk mengurangi keluhan masyarakat di Desa Cikembang," ujar Rifai. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved