Kian Resah: Pedagang Teras Cihampelas Bandung Minta Dialog, Bukan Pembongkaran Sepihak
Pedagang yakin, jika formula yang tepat telah ditemukan, pemerintah provinsi maupun kota akan memberikan dukungan penuh.
Penulis: Nappisah | Editor: Muhamad Syarif Abdussalam
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG — Wacana pembongkaran Teras Cihampelas (TeCi) memicu keresahan para pelaku usaha yang masih bertahan di kawasan tersebut.
Ketua Koperasi TeCi, Edo, menegaskan bahwa pembongkaran bukan solusi satu-satunya. Menurutnya, Pemerintah Kota Bandung semestinya mengedepankan dialog dan kajian menyeluruh sebelum mengambil keputusan besar yang menyangkut hajat hidup banyak orang.
“Usulan pembongkaran TeCi ini harus dilihat dari berbagai sudut pandang, dikaji secara komprehensif, dan tentu saja didahului dialog terbuka antara pemerintah dan pelaku usaha,” kata Edo, kepada Tribunjabar.id, Senin (7/7/2025).
Ia menambahkan, para pedagang tidak menutup diri terhadap perbaikan atau revitalisasi, namun mereka keberatan jika kebijakan diambil sepihak tanpa melibatkan para pelaku usaha yang menggantungkan hidup di sana.
Edo menilai wajar jika dalam enam bulan pertama masa pemerintahan baru, banyak aspek prioritas di Kota Bandung yang sedang ditangani.
Namun, ia tetap berharap TeCi bisa masuk dalam formulasi kebijakan pembangunan ke depan. Ia yakin, jika formula yang tepat telah ditemukan, pemerintah provinsi maupun kota akan memberikan dukungan penuh.
“Saat ini baru enam bulan berjalan pemerintahan yang baru, jadi banyak prioritas kota yang memang harus diselesaikan. Kami percaya setelah dapat formulasinya, pasti ada dukungan penuh dari Pemprov dan Pemkot," lanjutnya.
Dari 192 kios yang tersedia di Teras Cihampelas, Edo menjelaskan bahwa saat ini hanya sekitar 52 kios yang masih aktif, sebagian besar dari sektor kuliner.
Sementara itu, belum ada tambahan pelaku usaha baru yang masuk karena masih menunggu arahan dari Dinas Koperasi dan UMKM.
“Yang masih aktif sekitar 52 kios, mayoritas pelaku usaha kuliner. Belum ada tambahan lagi karena soal perekrutan pelaku usaha baru itu ranahnya Diskopukm. Kami masih menunggu instruksi,” jelasnya.
Terkait komunikasi dengan pemerintah, Edo mengungkapkan bahwa sejauh ini belum ada pertemuan langsung dengan Wali Kota Bandung atau jajaran eksekutif lainnya. Namun, beberapa instansi seperti DPRD Kota Bandung telah membuka diri untuk audiensi.
“Untuk bertemu langsung sih belum, tapi beberapa instansi seperti DPRD sudah menyatakan siap berdialog dengan kami, baik pedagang maupun pengurus koperasi," ujarnya.
Meski belum ada kepastian terkait masa depan TeCi, Edo menyampaikan apresiasinya kepada Pemkot Bandung karena telah melakukan beberapa perbaikan yang dirasakan langsung oleh para pedagang. Di antaranya adalah penjagaan keamanan selama 24 jam dan perbaikan penerangan di kawasan tersebut.
“Alhamdulillah, dua poin penting itu sudah direalisasikan. Penjagaan 24 jam dan penerangan lampu sudah dilakukan Pemkot lewat dinas terkait. Ini membuat kami bisa kembali fokus berjualan seperti biasa,” ujar Edo.
| Ketua DPRD Kota Bandung Apresiasi Job Fair yang Digelar Disnaker di Cibiru |
|
|---|
| Harga Kedelai Melambung, Pedagang Tahu di Pasar Cicadas Menjerit: Tak Berani Naikkan Harga |
|
|---|
| Penumpang Meninggal Dunia di Dalam Bus Damri, Kades Cileunyi Wetan Pastikan Korban Warganya |
|
|---|
| Selain Faktor Ekonomi, Kecanduan Gadget Jadi Penyebab Ribuan Anak Putus Sekolah di Kota Bandung |
|
|---|
| BREAKING NEWS: Pedagang Ditemukan Meninggal di Dalam Bus Damri Tanjungsari-Kebon Kalapa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jabar/foto/bank/originals/Suasana-sepi-di-Teras-Cihampelas.jpg)