Senin, 20 April 2026

Berkaca dari Jokowi, Pengamat Ingatkan Bahaya Potensi Pengkultusan Sosok Dedi Mulyadi

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadi sosok yang sedang banyak digaungkan di media sosial.

Kolase TribunJakarta/Tribunnews, Danang/Kompas.com, Frederikus
ANALISIS PAKAR - Kolase foto Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (kiri) dengan Akademisi, Rocky Gerung. Rocky mengkritik kebijakan Dedi yang mengirim siswa bermasalah ke barak militer. 

TRIBUNJABAR.ID - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menjadi sosok yang sedang banyak digaungkan di media sosial.

Terutama karena begitu banyak kebaikan yang ia tebarkan melalui caranya sendiri yang diunggah di akun sosial media milik pribadinya.

Hal ini mendapat apresiasi dari para penggemarnya di medsos.  

Namun kondisi ini dikhawatirkan akan mengarah kepada potensi pengkulutusan (memuja secara berlebihan) terhadap sosok Dedi Mulyadi.

Hal ini mendapat sorotan dari pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Burhanuddin Muhtadi.

Burhanuddin menyoroti pengkultusan terhadap Dedi Mulyadi lantaran banyak pendukung garis keras.

Ia sepakat dengan salah satu kritik Rocky Gerung terhadap Dedi Mulyadi dan menyinggung nama mantan Presiden RI Joko Widodo.

Mulanya, Burhanuddin menyoroti kebiasaan Dedi yang kerap membuat konten tentang berbagai isu, sehingga menarik perhatian masyarakat.

Akan tetapi, menurut Burhanuddin, aksi Dedi tersebut juga membawa risiko di mana para pendukungnya tidak bisa melihat secara objektif.

Artinya, masyarakat dan para pendukungnya hanya melihat kebaikan atau kelebihan Dedi saja.

Baca juga: Respons Dedi Mulyadi soal Permohonan Keluarga Tersangka Perusakan Rumah Retret, Beri Penegasan

Ia pun menilai, sudah ada tanda-tanda pendukung yang mulai mengkultuskan alias memuja-muji sosok Dedi Mulyadi.

Untuk itu, Burhanuddin Muhtadi meminta agar masyarakat, khususnya para pendukung Dedi Mulyadi, memiliki batas dalam menaruh kekaguman.

Menurut Burhanuddin, Dedi Mulyadi bukanlah sosok seperti nabi, melainkan hanya seorang pejabat publik yang keputusan maupun kebijakannya tidak selalu benar.

"Buat pendukung Dedi Mulyadi juga harus menerima kenyataan bahwa Pak Dedi Mulyadi itu pejabat publik bukan nabi," ujar Burhanuddin Muhtadi saat menjadi tamu di podcast Gaspol yang diunggah di kanal YouTube Kompas.com, Jumat (4/7/2025).

Kemudian, Burhanuddin mewanti-wanti peluang Dedi Mulyadi salah bicara semakin besar ketika dirinya tampil lebih sering di hadapan publik lewat dunia maya atau media sosial.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved