Niat Puasa Asyura Minggu 6 Juli 2025, Lengkap dengan Doanya, Bisa Hapus Dosa Setahun Lalu

Berikut ini niat puasa Asyura yang jatuh pada 10 Muharam 1447 Hijriah, Minggu (6/7/2025).

Istimewa via Tribunstyle.com
ILUSTRASI PUASA ASYURA - Berikut ini niat puasa Asyura yang jatuh pada 10 Muharam 1447 Hijriah, Minggu (6/7/2025). 

Dilansir dari laman Baznaz, Meski tidak ada doa khusus dari Rasulullah SAW yang secara eksplisit disebut sebagai “doa puasa Asyura”, sejumlah ulama menganjurkan bacaan doa tertentu yang sesuai dengan tujuan puasa ini, yaitu memohon ampunan dari Allah SWT.

 Salah satu doa yang dapat dibaca adalah sebagai berikut: 

Arab: اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي 

Latin: Allahumma inni as-aluka bi rahmatikal lati wasi’at kulla syai’in an taghfira li 

Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu agar Engkau mengampuniku. Doa ini bisa dibaca di sepanjang hari Asyura, mulai dari malam sebelum puasa hingga menjelang berbuka. 

Doa ini mencerminkan inti dari ibadah puasa Asyura, yakni memohon ampunan dan mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh keikhlasan. 

Waktu Terbaik Membaca Doa Puasa Asyura Berikut adalah waktu-waktu utama untuk membaca doa puasa Asyura

Malam hari sebelum puasa: Setelah berniat, disarankan untuk membaca doa sebagai bentuk persiapan batin. 

Saat menjalani puasa (pagi hingga sore): Terutama di waktu dhuha atau menjelang dzuhur, merupakan saat baik untuk berdzikir dan memanjatkan doa. 

Menjelang berbuka puasa: Waktu paling mustajab. Doa orang yang berpuasa tidak akan ditolak. 

Malam hari setelah berbuka: Untuk muhasabah dan zikir malam. 

Selama dua hari berturut (jika puasa digabung dengan Tasua): Doa Asyura dapat dibaca sejak 9 Muharram (Tasua) hingga 10 Muharram (Asyura), mengikuti sunnah Nabi.

Baca juga: Bacaan Doa Buka Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah Huruf Arab dan Latin, Lengkap dengan Artinya

Keutamaan Puasa Asyura

Dalam sebuah hadits riwayat Muslim, Rasulullah SAW bersabda: 

“Aku berharap kepada Allah, puasa Asyura akan menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim) 

Puasa Asyura juga dikenal sebagai bentuk penghormatan atas peristiwa diselamatkannya Nabi Musa AS dari kejaran Fir’aun, yang terjadi pada tanggal 10 Muharram. 

Oleh sebab itu, puasa ini tidak hanya dianjurkan secara spiritual, tapi juga historis.

Baca berita Tribun Jabar lainnya di GoogleNews.

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved