Senin, 11 Mei 2026

Nelayan di Cianjur Nihil Pemasukan Imbas Tak Melaut Sepekan, Perahu Sandar Pun Rusak

Ratusan nelayan di Cianjur selatan, Kabupaten Cianjur, berhenti melaut. Penyebabnya adalah cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

Tayang:
Penulis: Fauzi Noviandi | Editor: Giri
Dok. Staf Desa Muaracikadu
CUACA EKSTREM - Perahu nelayan di Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, bersandar di dermaga akibat cuaca ekstrem, Rabu (25/6/2025). Nelayan memilih tidak melaut karena gelombang tinggi. 

Laporan Kontributor Tribunjabar Kabupaten Cianjur, Fauzi Noviandi

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Ratusan nelayan di Cianjur selatan, Kabupaten Cianjur, berhenti melaut. Penyebabnya adalah cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

Meski tidak melaut, sejumlah perahu yang tengah sandar di dermaga rusak setelah diterjang gelombang tinggi.

Egi (33) nelayan di Pantai Jayanti, Kecamatan Cidaun, mengatakan, sudah seminggu tak melaut.

"Perahu pun harus disadarkan di dermaga. Kalau melaut khawatir mengalami kecelakaan," kata Egi, Rabu (25/6/2025).

Dia mengatakan, sejumlah nelayan memilih fokus memperbaiki perahu dan sejumlah peralatan menangkap ikan.

Akibat terjadinya gelombang tinggi membuat tingkat pendapatan nelayan menurun.

Baca juga: Terungkap Penyebab Kematian Perempuan 30 Tahun di Cianjur yang Mayatnya Ditemukan di Sungai

"Padahal kalau cuaca sedang bagus, kita bisa menangkap ikan 140 kilogram per pekan. Namun sekarang nelayan seminggu ini tak mendapatkan penghasilan," katanya.

Staf Desa Muaracikadu, Kecamatan Sindangbarang, Rusmana, menyebutkan, pihaknya mencatat ada tiga perahu milik nelayan di wilayahnya yang rusak akibat diterjang gelombang tinggi.

"Tiga perahu itu rusak saat bersandar di dermaga dan diterjang gelombang tinggi yang disertai angin kencang. Saat ini para nelayan masih memperbaiki kerusakannya," katanya.

Baca juga: BMKG Latih Nelayan Indramayu Gunakan Aplikasi Informasi Cuaca, Bisa Lihat Lokasi Ikan di Laut

Kasat Polairud Polres Cianjur, AKP Asep Machfud, meminta masyarakat dan nelayan di pesisir pantai Cianjur selatan untuk tidak memaksakan diri melaut.

"Gelombang tinggi dan cuaca ekstrem ini sudah terjadi hampir satu pekan. Kami minta nelayan tunggu sampai cuaca dipastikan normal kembali untuk melaut," katanya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved